oleh

Diduga SMPN di Kota Cilegon Mengadakan Penambahan Lokal Kelas Atau Ramble Kelas,Mengakibatkan Kesenjangan Kepada SMP/MTs Swasta

Cilegon,discoverynews.id Hampir semua SMP dan mts swasta di kota Cilegon meradang,pasalnya sekolah sekolah swasta tersebut hampir tidak mendapatkan siswa baru.

Tidak memperoleh siswa baru bukan tidak beralasan,alasan yang pasti banyaknya temuan dari bahwa sekolah sekolah negeri tidak puas dengan siswa yang sudah mendaftar sehingga sekolah sekolah negeri menambah jumlah rembel atau lokal kelas otomatis siswa yang tadinya tidak diterima disekolah negeri dipanggil kembali dan diterima.

Ironisnya siswa yang tadinya tidak masuk sekolah negeri sudah mendaftar ke sekolah swasta dan tiba tiba menarik diri dengan alasan diterima disekolah negeri yang tadinya tidak menerimanya.

Kesenjangan yang terjadi antara sekolah negeri dan sekolah swasta disinyalir dari kebijakan kebijakan dinas pendidikan yang tebang pilih dan kesepihakan,sehingga sekolah sekolah swasta merasa dihambat perkembangannya dan nyaris dibunuh untuk tidak berkembang.

Sejumlah guru sekolah swasta mengeluhkan atas kebijakan pemerintah atau dinas pendidikan yang sepihak.

“Kalau caranya begini membunuh sekolah sekolah swasta dan menggiring sekolah sekolah swasta untuk tutup dan guru guru swasta untuk nganggur dan mati kelaparan” ujar Yudi salah seorang guru MTs sawata di Cilegon,kamis 09/07/2026.

“Kalau pemerintah bijaksana pasti akan memberikan batas batasan untuk sekolah negeri sehingga sekolah sekolah swasta pasti akan terisi kelas kelasnya walau sedikit dan tidak akan mati secara perlahan”ujarnya lagi.

Temuan awak media dilapangan mendapatkan salah satu SMPN dikota Cilegon terus menambah jumlah siswa dengan menambah lokal kelas,sehingga sekolah swasta disekitarnya hanya menjadi penonton sambil gigit jari.

FG

Komentar