GARUT, discoverynew.id – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut bergerak taktis dalam menggeber program jaring pengaman sosial di wilayah selatan Garut, Rabu (8/7/2026).
Dipimpin oleh perwakilan Dinsos Garut, Bapak Rahmat, tim jajaran menerjang medan Cisewu demi menyalurkan bantuan logistik darurat sekaligus melakukan intervensi penyelamatan masa depan anak-anak dari keluarga rentan.
Aksi tanggap darurat ini dikawal ketat oleh Kepala Desa Cikarang, Drs. Hikmat, bersama perwakilan dari pihak Kecamatan Cisewu. Kehadiran para pemangku kebijakan wilayah ini memastikan seluruh rantai penyaluran bantuan berjalan transparan, kondusif, dan tepat sasaran.
Validasi Data Pak Ayat: Tembus Desil Bawah, Prioritas PKH dan BPNT
Titik pertama yang disasar tim adalah kediaman Bapak Ayat di Kampung Cijolang, RT 01/RW 11, Desa Cikarang. Di lokasi ini, Dinsos Garut menyerahkan paket sembako untuk meredam beban pemenuhan kebutuhan pangan pokok harian keluarga.
Tidak sekadar menyodorkan logistik, Bapak Rahmat bersama Drs. Hikmat langsung melakukan verifikasi faktual terhadap data tingkat kesejahteraan ekonomi di lapangan. Hasil pengecekan instan menunjukkan bahwa kondisi ekonomi keluarga Bapak Ayat berada di kategori desil bawah yang masuk klaster sangat layak menerima intervensi jangka panjang.
“Kami langsung melakukan pengecekan desil di lokasi. Hasilnya, keluarga Bapak Ayat masuk prioritas utama. Hari ini bantuan darurat sembako kita top-up, dan secepatnya akan kami usulkan agar masuk dalam data bantuan sosial reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) serta Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT),” tegas Rahmat.
Misi Kemanusiaan di Hegarwangi: Kania dan Rehan Dievakuasi ke UPTD Griya Ramah Anak
Usai menuntaskan urusan di Kampung Cijolang, ritme pergerakan tim Dinsos Garut kian intens. Mereka langsung bertolak ke lokasi kedua di Kampung Hegarwangi, RT 01/RW 02. Di kampung ini, tim menemui keluarga Bapak Christaled dan keluarga Bapak Akmal untuk mendistribusikan paket bantuan pangan serupa.
Namun, kejutan misi kemanusiaan sesungguhnya terjadi di titik ini. Mengetahui ada anak usia sekolah yang terancam putus masa depannya akibat jerat ekonomi, Dinsos Garut mengambil kebijakan diskresi yang progresif. Tim memutuskan untuk membawa anak dari Bapak Christaled yang bernama Kania, serta anak dari Bapak Akmal yang bernama Rehan.
Kedua anak tersebut langsung dievakuasi ke UPTD Griya Ramah Anak Dinas Sosial Kabupaten Garut. Di panti asuhan kedinasan tersebut, Kania dan Rehan akan mendapatkan pengasuhan, perlindungan, dan pemenuhan hak anak secara layak. Lebih dari itu, Dinsos Garut memberikan garansi penuh bahwa keduanya akan difasilitasi dan dibiayai total untuk menempuh pendidikan formal hingga lulus tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).
Langkah taktis kolaboratif antara Dinsos Garut dan Pemdes Cikarang ini menuai banjir apresiasi dari tokoh masyarakat setempat. Gerakan maraton ini dinilai bukan sekadar memberikan solusi lapar jangka pendek, melainkan sebuah lompatan konkret pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan struktural melalui jalur jaminan pendidikan anak.
Agus R’Cell – Cisewu







Komentar