oleh

AS Desak Iran Beri Jaminan Publik Selat Hormuz Tetap Terbuka, Ketegangan Kawasan Memanas

DiscoveryNews.id – Amerika Serikat meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Iran dengan meminta Teheran menyatakan secara terbuka bahwa Selat Hormuz akan tetap terbuka bagi seluruh pelayaran internasional. Tuntutan tersebut muncul di tengah upaya penyelamatan perundingan yang rapuh setelah konflik berkepanjangan antara kedua negara memicu gangguan terhadap jalur energi paling strategis di dunia.

Menurut laporan Al Jazeera, pejabat Amerika Serikat menginginkan komitmen resmi dari Iran bahwa kapal-kapal dagang tidak lagi menjadi sasaran serangan dan dapat melintas tanpa hambatan maupun pungutan. Washington menilai pernyataan publik dari Teheran menjadi syarat penting untuk membangun kembali kepercayaan dan membuka jalan menuju kesepakatan yang lebih luas.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan kunjungan ke Oman untuk menggelar pembicaraan dengan pejabat setempat. Oman kembali dipandang sebagai mediator utama karena memiliki hubungan baik dengan Iran maupun negara-negara Barat. Mantan Duta Besar Inggris untuk Oman, Nicholas Hopton, menilai Muscat berada pada posisi strategis untuk membantu mencari jalan keluar dari kebuntuan diplomatik yang saat ini terjadi.

Meski demikian, perbedaan pandangan mengenai status Selat Hormuz masih menjadi hambatan utama. Iran menegaskan tetap memiliki kendali de facto atas jalur pelayaran tersebut, sementara Amerika Serikat menuntut agar kebebasan navigasi internasional dijamin sepenuhnya sesuai hukum laut internasional. Perselisihan ini juga berdampak pada tertundanya pembahasan lanjutan mengenai isu nuklir Iran dan keamanan kawasan Teluk.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan komunikasi dengan Iran masih terus berlangsung meski sebelumnya menyebut nota kesepahaman kedua negara telah berakhir. Di saat yang sama, Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, menyampaikan bahwa pembalasan atas kematian pendahulunya merupakan sesuatu yang “tidak dapat dihindari”, memperlihatkan bahwa ketegangan politik dan militer masih jauh dari mereda.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan energi global karena menjadi lintasan sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Gangguan terhadap pelayaran di kawasan tersebut berpotensi memicu lonjakan harga energi internasional serta meningkatkan ketidakpastian ekonomi global, sehingga perkembangan negosiasi antara Washington dan Teheran terus menjadi perhatian masyarakat internasional.

Komentar