GARUT, DiscoveryNews.id – Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan akan membalas kematian ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel beberapa bulan lalu. Pernyataan tersebut disampaikan melalui pesan tertulis yang dipublikasikan di kanal Telegram resminya pada Sabtu (11/7/2026).
Dalam pesannya, Mojtaba menyebut pembalasan atas kematian sang ayah merupakan “tuntutan bangsa” dan “pasti harus dilakukan”. Ia juga menyatakan bahwa langkah tersebut akan diwujudkan dengan dukungan rakyat Iran serta pihak-pihak yang disebutnya sebagai para pejuang kebebasan di berbagai belahan dunia.
Pernyataan itu menjadi pesan publik pertama Mojtaba sejak resmi menggantikan ayahnya sebagai Pemimpin Tertinggi Iran pada Maret 2026. Selama beberapa bulan terakhir, ia jarang tampil di hadapan publik setelah dilaporkan mengalami luka dalam serangan yang menewaskan Ali Khamenei.
Ancaman balasan tersebut diperkirakan akan semakin memperburuk hubungan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Meski demikian, laporan terbaru menyebut Washington dan Teheran masih mempertahankan jalur komunikasi diplomatik untuk membahas berbagai isu, termasuk keamanan kawasan dan kebebasan pelayaran di Selat Hormuz.
Pengamat menilai pernyataan Mojtaba menunjukkan bahwa kepemimpinan baru Iran tetap mempertahankan garis keras terhadap Amerika Serikat dan Israel. Sikap tersebut dinilai berpotensi mempersulit upaya meredakan ketegangan di Timur Tengah, terutama setelah konflik yang menewaskan ribuan orang dan mengguncang stabilitas kawasan.
Hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Amerika Serikat maupun Israel terkait pernyataan terbaru Mojtaba Khamenei. Namun, komunitas internasional terus memantau perkembangan situasi mengingat potensi eskalasi yang dapat memengaruhi keamanan regional dan perdagangan global.









Komentar