Laporan wartawan: (Bang Ben)
Karawang, Discoverynews.id – Pasca diduga tercemarnya aliran air irigasi, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Cabang Batujaya mengaku mengalami kerugian. Selain menerima banyak keluhan dari pelanggan terkait air yang berbau tidak sedap, penggunaan bahan kimia penjernih juga meningkat sehingga biaya operasional menjadi lebih besar.
Hal tersebut disampaikan Wakil Asmen PDAM Cabang Batujaya kepada wartawan pada Kamis sore (23/7/2026).
“Kami mengalami kerugian, bukan hanya dari sisi tenaga dan pikiran, tetapi juga penggunaan bahan kimia yang menjadi lebih banyak. Di sisi lain, banyak pelanggan mengeluhkan air PDAM yang berbau. Padahal, bau tersebut diduga berasal dari aliran irigasi yang tercemar limbah sehingga berdampak pada kualitas air baku yang kami olah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja lebih keras dalam proses pengolahan air agar tetap dapat didistribusikan kepada masyarakat.
Asmen Teknik PDAM Cabang Batujaya juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi.
“Kami memohon maaf kepada seluruh pelanggan PDAM Cabang Batujaya atas terjadinya air yang berbau tidak sedap. Kondisi ini diduga disebabkan oleh adanya pembuangan limbah ke aliran irigasi yang menjadi sumber air baku kami,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, pihak PDAM mengimbau pelanggan untuk sementara waktu tidak menggunakan air yang masih berbau menyengat untuk keperluan minum maupun memasak hingga kondisi kualitas air kembali normal.













Komentar