GARUT, Discoverynews.id – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri Sidang Terbuka Senat Universitas Garut (UNIGA) dalam rangka Wisuda Sarjana dan Magister Angkatan ke-XLIV Gelombang II Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Kampus 1 UNIGA, Jalan Raya Samarang, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Koordinator Kopertais Wilayah II Jawa Barat, Ketua DPRD Kabupaten Garut, jajaran Forkopimda, pimpinan perbankan, serta Ketua Umum Yayasan UNIGA beserta jajaran.
Dalam sambutannya, Bupati Garut mengucapkan selamat kepada para wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi dan bersiap memasuki dunia kerja maupun pengabdian di tengah masyarakat. Ia juga menyoroti tantangan pendidikan tinggi di Kabupaten Garut yang masih menghadapi keterbatasan daya tampung.
Bupati mengungkapkan bahwa lulusan SMA/sederajat di Kabupaten Garut setiap tahun mencapai sekitar 35 ribu orang, sementara kapasitas perguruan tinggi yang ada masih belum mampu menampung seluruh lulusan tersebut.
“Tadi saya mendapatkan informasi bahwa tahun ini Uniga menampung sekitar 1.500 mahasiswa, belum lagi ada dari Institut teknologi Garut (ITG), belum lagi dari Institut Pendidikan Indonesia (IPI) dan perguruan lainnya itu paling banyak sekitar 5.000. Jika ditambah yang kuliah di luar daerah lainnya mungkin sekitar 2.000 orang, maka orang Garut yang berkuliah itu hanya 7.000 orang. Berarti hanya seperlima dari total lulusan,” ungkap Abdusy Syakur Amin.
Melihat kondisi tersebut, Bupati mendorong seluruh perguruan tinggi di Kabupaten Garut, khususnya UNIGA, untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas pendidikan guna mencetak sumber daya manusia yang unggul dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto, mengingatkan para wisudawan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh karakter dan integritas.
“Banyak orang biasa dengan IPK dua koma, tidak dianggap genius, namun dapat melesat menuju puncak dan bertahan lama karena memiliki kekuatan karakter di atas ilmu. Karakter inilah yang akan melengkapi ilmunya,” ujar Bima Arya.
Ia berharap para lulusan UNIGA mampu menjadi pribadi yang berkarakter, menjaga integritas, serta memberikan manfaat bagi masyarakat melalui ilmu yang dimiliki.
Sementara itu, Rektor Universitas Garut (UNIGA), Irfan Nabhani, melaporkan bahwa pada Wisuda Angkatan ke-XLIV Gelombang II Tahun Akademik 2025/2026, UNIGA mewisuda sebanyak 629 lulusan yang berasal dari berbagai fakultas dan program pascasarjana.
Ia menjelaskan bahwa pada akhir tahun 2025, UNIGA telah memasuki usia ke-28 tahun. Momentum tersebut menjadi penguat komitmen UNIGA untuk terus meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan kurikulum, digitalisasi layanan akademik, pengembangan riset, serta perluasan jejaring kerja sama nasional maupun internasional.
“Kami berharap di tahun mendatang Univeritas Garut semakin dapat berkontribusi dalam mencetak lulusan yang berkompeten, berintegritas, serta menjadi mitra stategis bagi Pemerintah dan masyarakat dalam memajukan Kabupaten Garut,” jelas Irfan.
Iwan Kurniawan












Komentar