Kabupaten Cirebon, discoverynews.Id– Desa Guwa Lor, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, menjadi lokasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik mahasiswa dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Berbagai program pemberdayaan masyarakat akan dijalankan hingga 18 Agustus 2026 dengan fokus pada pengelolaan sampah, pelestarian lingkungan, serta penyediaan air bersih berkelanjutan.
Kades Desa Guwa Lor, Maksudi, mengatakan kehadiran mahasiswa dari kedua perguruan tinggi tersebut diharapkan mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta akan fokus pada program pengelolaan sampah dan lingkungan. Sementara mahasiswa ITB Bandung membawa program yang sejak lama kami nantikan, yaitu penyediaan air bersih yang berkelanjutan,” kata Maksudi, Senin (27/7).
Menurutnya, kebutuhan air bersih menjadi persoalan utama di Desa Guwa Lor karena hingga kini wilayah tersebut belum terlayani jaringan Perumda Air Minum (PDAM). Warga masih mengandalkan sumur, penampungan air, dan sumber air yang dibangun secara swadaya.
“Kami berharap ke depan masyarakat bisa memanfaatkan air bersih tidak hanya untuk kebutuhan MCK, tetapi juga untuk memasak dan kebutuhan rumah tangga lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan mahasiswa ITB, Kevin Manepratama, menjelaskan terdapat tiga program utama yang akan dilaksanakan selama KKN di Desa Guwa Lor.
Program pertama adalah peningkatan keamanan fasilitas air dengan memasang kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik pompa air. Langkah tersebut dilakukan menyusul adanya keluhan masyarakat terkait kasus kehilangan pompa air.
“Kami akan membantu mengamankan beberapa titik pompa dengan pemasangan CCTV agar fasilitas tersebut lebih terlindungi,” ujar Kevin.
Program kedua adalah pembuatan sistem filtrasi sederhana untuk meningkatkan kualitas air yang bersumber dari sungai sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat dengan kualitas yang lebih baik.
Adapun program ketiga berupa pendataan jaringan distribusi perpipaan yang ada di Desa Guwa Lor. Data tersebut nantinya akan diserahkan kepada pemerintah desa sebagai dokumen pendukung pengembangan sistem penyediaan air bersih di masa mendatang.
“Harapannya, apabila nanti Desa Guwa Lor mendapatkan layanan PDAM, data jaringan perpipaan yang kami susun dapat menjadi acuan dalam proses pengembangan distribusi air bersih,” katanya.
Kevin menyebutkan sebanyak 18 mahasiswa ITB diterjunkan dalam kegiatan KKN tersebut. Mereka berasal dari berbagai disiplin ilmu, di antaranya Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, serta Sekolah Farmasi.
Ia berharap seluruh program yang dijalankan mendapat dukungan dari pemerintah desa maupun masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Kami memohon bimbingan dari pemerintah desa dan dukungan masyarakat itil, baik selama pelaksanaan maupun setelah program selesai, agar seluruh hasil yang kami bangun bisa berkelanjutan,” pungkasnya.
(Sendi)











Komentar