LUMAJANG, Discoverynews.id – Semangat peningkatan mutu pendidikan terus digulirkan oleh Pemerintah Pusat. Kabar gembira kini menghampiri dunia pendidikan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pejarakan 01 yang berlokasi di Kecamatan Randuagung secara resmi terpilih sebagai salah satu penerima manfaat dari Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 pada Senin, 3 Agustus 2026.
Kepastian ini terlihat dari terpasangnya papan informasi proyek di area sekolah yang menandai dimulainya babak baru peningkatan sarana dan prasarana belajar-mengajar. Program strategis ini berada di bawah naungan Direktorat Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dasmen), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Berdasarkan data yang tertera pada spanduk tersebut, proyek revitalisasi ini didukung oleh dana bantuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2026 sebesar Rp1.091.626.123,00 (satu miliar sembilan puluh satu juta enam ratus dua puluh enam ribu seratus dua puluh tiga rupiah). Langkah transparansi publik ini sangat diapresiasi karena menunjukkan akuntabilitas dalam pengelolaan dana negara.
Pelaksanaan pekerjaan ini sepenuhnya diamanahkan kepada Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) yang dibentuk oleh pihak sekolah dengan target penyelesaian dalam kurun waktu 150 hari kalender. Hal ini menunjukkan adanya kepercayaan pemerintah pusat terhadap kemampuan sekolah untuk mengelola pembangunan secara mandiri.
Dukungan Penuh dari Pihak Sekolah
Dihubungi di ruang kerjanya, Kepala Sekolah SDN Pejarakan 01, Rita Anggara, S.Pd., menyambut antusias program ini. Beliau menekankan betapa pentingnya bantuan ini bagi masa depan para siswa.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas kepercayaan dan bantuan yang diberikan kepada SDN Pejarakan 01. Bantuan ini adalah impian yang menjadi kenyataan bagi kami seluruh warga sekolah,” ujarnya.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa revitalisasi ini bukan sekadar tentang perbaikan fisik gedung, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan representatif bagi anak-anak.
“Dengan sarana yang lebih baik, kami optimistis motivasi belajar siswa akan meningkat, dan pada akhirnya mutu pendidikan di desa kami akan sejajar dengan sekolah-sekolah di kota. Kami bersama P2SP berkomitmen penuh untuk mengawal proyek ini agar selesai tepat waktu dan sesuai dengan standar yang ditetapkan, tentunya dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas,” lanjutnya menambahkan.
Beliau juga menegaskan komitmen sekolah dalam menjaga amanah tersebut. “Pembangunan ini adalah modal besar bagi kami. Oleh karena itu, kami juga memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat sekitar agar proses pengerjaan berjalan lancar tanpa kendala suatu apa pun sehingga gedung baru ini nantinya dapat segera dimanfaatkan secara maksimal oleh para siswa,” pungkasnya penuh semangat.
Rita menambahkan, berdasarkan laporan tim pengawas, progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 60 persen. Pekerjaan yang tersisa hanya tinggal empat ruangan yang masih dalam tahap penyelesaian.
“Menurut informasi dari pengawas, progresnya sudah sekitar 60 persen. Tinggal empat ruangan lagi yang masih dalam proses pengerjaan,” katanya.
Respon Positif dari Wali Murid
Langkah maju ini juga mendapat respons yang sangat positif dari para wali murid. Mereka melihat hal ini sebagai wujud nyata perhatian pemerintah terhadap keadilan akses pendidikan yang layak bagi anak-anak di daerah.
Salah satu perwakilan wali murid di SDN Pejarakan 01, mengungkapkan rasa lega dan senangnya atas dimulainya proyek tersebut.
“Sebagai orang tua, kami merasa sangat senang dan lega mendengar sekolah anak kami akan diperbaiki. Jujur, kami ingin anak-anak kami bisa belajar dengan tenang tanpa rasa khawatir akan kondisi bangunan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa program revitalisasi ini memberikan harapan baru bagi masyarakat sekitar. “Dengan dana yang cukup besar dari APBN ini, kami berharap SDN Pejarakan 01 bisa menjadi sekolah kebanggaan di Kecamatan Randuagung. Kami para wali murid siap mendukung penuh pihak sekolah selama proses pembangunan berlangsung. Ini adalah langkah besar untuk masa depan yang lebih baik bagi anak-anak kami agar mereka bisa bersaing dan mencapai cita-citanya dengan fasilitas yang memadai,” tuturnya dengan wajah berseri-seri.
Informasi Ringkas Proyek:
- Nama Pekerjaan: Revitalisasi Satuan Pendidikan SDN Pejarakan 01 Kecamatan Randuagung
- Jumlah Dana Bantuan: Rp1.091.626.123,00
- Sumber Dana: APBN Tahun Anggaran 2026
- Pelaksana Proyek: Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SDN Pejarakan 01
- Waktu Pelaksanaan: 150 hari kalender
Hadirnya program revitalisasi ini diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan pendidikan di SDN Pejarakan 01 serta menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Lumajang untuk terus berbenah demi melahirkan generasi emas Indonesia yang cerdas dan berkarakter.











Komentar