PONTIANAK | Discoverynews – Ketegangan sempat memuncak di sudut Gang Trisakti, Kelurahan Parit Mayor, Kecamatan Pontianak Timur, ketika sebuah perselisihan paham antar warga sekitar. Di tengah potensi konflik yang bisa meluas kapan saja, dua pilar penjaga keamanan wilayah bergerak cepat menuju garis depan. Aipda Firman, S.H. dari Bhabinkamtibmas Polsek Pontianak Timur bersama Babinsa Dirpan, S.H. dan didampingi ketua RT tiba di tempat kejadian perkara dengan satu misi utama: meredam emosi dan mengembalikan kedamaian.
Mengunakan pendekatan persuasif yang humanis, kedua petugas mengedepankan taktik humanis yang merangkul kedua belah pihak. Di balik dinamika lapangan yang panas, kesabaran dan keahlian komunikasi menjadi senjata utama mereka untuk mencairkan ketegangan. Proses mediasi yang tenang namun tegas perlahan membawa kedua kelompok warga yang berselisih untuk duduk bersama, mengurai benang kusut kesalahpahaman, dan memilih jalan kekeluargaan ketimbang memperbesar perselisihan.
Aipda Firman menyeliptkan imbauan krusial di tengah dialog tersebut, mengingatkan seluruh warga agar senantiasa menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh letupan emosi sesaat. Pendekatan ini terbukti ampuh mengubah atmosfer yang semula tegang menjadi jauh lebih damai, membuka ruang bagi musyawarah sebagai jalan keluar terbaik demi merawat kembali keharmonisan hidup bertetangga di Parit Mayor.
Langkah cepat dan efektif di lapangan ini mendapat apresiasi penuh dari Kapolsek Pontianak Timur, AKP Suryadi, S.H., M.A.P. Beliau menegaskan bahwa kolaborasi erat antara Bhabinkamtibmas dan Babinsa merupakan bukti nyata sinergitas TNI-Polri dalam menghadirkan solusi konkret yang cepat, tepat, dan penuh empati bagi masyarakat. Kehadiran mereka bukan sekadar menjaga hukum, melainkan menjadi penengah yang mendengarkan dan merangkul.
AKP Suryadi menambahkan bahwa setiap gejolak sosial di tengah masyarakat idealnya selalu diselesaikan dengan kepala dingin serta semangat kekeluargaan. Melalui kehadiran aktif para Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang siap merespons setiap potensi konflik, situasi di Gang Trisakti akhirnya berhasil dikendalikan secara penuh. Hari itu ditutup dengan kondisi yang aman, tertib, dan kondusif, membuktikan bahwa musyawarah tetap menjadi benteng terkuat dalam menjaga perdamaian.
(Red)











Komentar