oleh

Program Permakanan Lansia Dihentikan, Seorang Nenek di Karawang Rela Mengupas Cabai Demi Menyambung Hidup

KARAWANG, Discovery News. Id: Program permakanan bagi lanjut usia (lansia) yang selama ini dinilai sangat membantu masyarakat kurang mampu kini menjadi perhatian. Program yang telah berjalan sejak 2022 tersebut memberikan bantuan makanan bergizi kepada para lansia yang memenuhi kriteria, terutama mereka yang hidup sendiri dan tidak mampu memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Program tersebut selama ini dikelola melalui Kelompok Masyarakat (Pokmas) dan dirasakan manfaatnya oleh para lansia di berbagai daerah di Indonesia.

Namun, memasuki tahun 2026, program permakanan lansia tersebut dihentikan oleh Kementerian Sosial. Penghentian program ini membuat sejumlah lansia yang sebelumnya mendapatkan makanan harus kembali berjuang memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Bagi sebagian orang, makan mungkin merupakan kebutuhan sederhana. Namun bagi lansia yang hidup sendiri dan tidak memiliki penghasilan tetap, mendapatkan makanan setiap hari merupakan perjuangan yang tidak mudah.

Kondisi tersebut salah satunya dirasakan seorang lansia di Kabupaten Karawang. Demi mendapatkan uang untuk membeli makanan, ia rela bekerja mengupas cabai kering dengan upah hanya sekitar Rp10.000 per karung.

Dengan usia yang sudah lanjut, pekerjaan tersebut tentu bukan hal yang mudah. Namun keadaan membuatnya harus tetap bekerja agar bisa menyambung hidup.

Dengan suara lirih, ia mengungkapkan kondisi yang kini harus dijalaninya.

“Ya, Na. Ini Ema lagi metik cabai buat makan. Kan sekarang sudah nggak ada yang kasih makan lagi.”

Ucapan sederhana tersebut menggambarkan betapa beratnya kondisi yang dihadapi seorang lansia ketika bantuan makanan yang selama ini diterimanya tidak lagi tersedia.

Program permakanan bukan sekadar pemberian makanan. Bagi lansia yang hidup sendiri dan tidak mampu, program tersebut menjadi salah satu penopang kebutuhan dasar sekaligus membantu memastikan mereka tetap mendapatkan asupan makanan yang layak dan bergizi.

Karena itu, penghentian program tersebut diharapkan tidak membuat para lansia kembali menghadapi kesulitan untuk mendapatkan makanan. Pemerintah diharapkan memberikan penjelasan mengenai keberlanjutan program sekaligus mempertimbangkan kembali nasib para lansia yang benar-benar membutuhkan.

Sebab, di usia senja, seharusnya mereka tidak lagi dipaksa bekerja keras hanya untuk mendapatkan sesuap nasi.

Jangan sampai suara para lansia yang membutuhkan makanan kalah oleh kesibukan dan persoalan administrasi. Mereka bukan sekadar penerima bantuan, tetapi orang tua yang membutuhkan kepedulian negara dan masyarakat.(WM)

Wasim Mursalim
Author: Wasim Mursalim

Komentar