PASANGKAYU, Discoverynews.id – Gerakan Barisan Rakyat Anti Korupsi (GEBRAK) Sulawesi Barat mengapresiasi langkah cepat Polda Sulbar yang bergerak membantu masyarakat di sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Menurut GEBRAK Sulbar, respons cepat jajaran kepolisian tersebut menunjukkan bahwa Polri mampu hadir di tengah masyarakat ketika rakyat membutuhkan pertolongan, khususnya dalam situasi yang menyangkut kebutuhan dasar seperti air bersih.
Namun, di balik apresiasi tersebut, GEBRAK Sulbar menyoroti kondisi masyarakat Desa Doripoku, Kecamatan Sarudu, Kabupaten Pasangkayu, yang disebut telah lama mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Masyarakat bahkan harus mengeluarkan biaya untuk membeli air demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut dinilai semakin memprihatinkan karena persoalan itu telah berlangsung cukup lama, sementara respons dari pemerintah daerah setempat dinilai belum maksimal.
Ketua GEBRAK Sulawesi Barat, Idham Nuzul Ibrahim, menegaskan bahwa masyarakat tidak seharusnya terus dibebani biaya tambahan hanya untuk mendapatkan air bersih.
«”Kami mengapresiasi gerak cepat Polda Sulbar yang turun membantu masyarakat di beberapa daerah. Ini membuktikan bahwa Polri selalu berupaya hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan. Tetapi khusus di Desa Doripoku, masyarakat sudah lama harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Persoalan ini sudah seharusnya mendapat respons serius dari pemerintah daerah,” tegas Idham.»
Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang berkaitan langsung dengan kesehatan, kebersihan, dan kualitas hidup warga.
GEBRAK Sulbar juga mendesak Pemerintah Kabupaten Pasangkayu segera membentuk tim khusus untuk menangani persoalan krisis air bersih di Desa Doripoku dan wilayah terdampak lainnya.
Tim tersebut diminta segera turun langsung ke lapangan, mendengar keluhan masyarakat, mengecek kondisi sumber dan jaringan air bersih, serta mencari solusi konkret agar warga tidak terus-menerus membeli air.
«”Kami mendesak Pemerintah Kabupaten Pasangkayu segera membentuk tim dan turun langsung ke Desa Doripoku. Jangan hanya menerima laporan dari meja kantor. Pemerintah harus melihat sendiri bagaimana masyarakat bertahan memenuhi kebutuhan air bersih dan berapa besar biaya yang harus mereka keluarkan setiap hari,” ujar Idham.»
GEBRAK Sulbar menilai pemerintah daerah tidak boleh kalah cepat dalam merespons persoalan kebutuhan dasar masyarakat.
«”Polri sudah menunjukkan gerak cepat dan kepedulian terhadap masyarakat. Pemerintah daerah jangan sampai justru kalah cepat. Kehadiran pemerintah harus dirasakan langsung oleh rakyat, bukan hanya melalui pernyataan atau rapat-rapat. Masyarakat Desa Doripoku membutuhkan solusi nyata, bukan lagi janji,” tegasnya.»
GEBRAK Sulbar Mendesak Pemkab Pasangkayu:
1. Segera membentuk tim penanganan krisis air bersih dan turun langsung ke Desa Doripoku serta wilayah terdampak.
2. Menyediakan distribusi air bersih darurat secara gratis bagi masyarakat selama persoalan belum terselesaikan.
3. Mengevaluasi penyebab terhentinya atau terganggunya pasokan air bersih di wilayah tersebut.
4. Memperbaiki jaringan dan infrastruktur air bersih yang mengalami kerusakan atau tidak berfungsi.
5. Menyiapkan solusi jangka panjang agar masyarakat tidak lagi harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
GEBRAK Sulbar menegaskan bahwa bantuan darurat sangat penting, tetapi pemerintah daerah juga harus menyelesaikan persoalan secara permanen.
“Kami berharap Polda Sulbar terus menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat. Namun untuk persoalan pelayanan dasar, pemerintah daerah tetap harus mengambil tanggung jawab utama. Jangan sampai masyarakat Desa Doripoku terus membeli air sementara pemerintah hanya menunggu keadaan membaik dengan sendirinya. Pemerintah harus hadir, turun langsung, dan bertanggung jawab,” tutup Idham Nuzul Ibrahim.












Komentar