oleh

Ribuan Penonton Padati Somba, UMKM Majene Panen Berkah Sandeq Silumba

MAJENE, Discoverynews.id — Gelaran Festival Sandeq Silumba 2026 tidak hanya menghadirkan atraksi ketangkasan para pelaut tradisional Mandar dalam menaklukkan lautan, tetapi juga membawa berkah ekonomi bagi masyarakat di sepanjang pesisir Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Sebanyak 80 perahu Sandeq dilepas dari kawasan Banua Sendana, Majene, Sabtu (26/9/2026). Pelepasan tersebut dilakukan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka bersama Dewan Pengarah Sandeq Silumba Syamsul Samad serta jajaran Forkopimda.

Discovery Photo Eksklusif

Momen Terbaik Hari Ini

Jelajahi kumpulan foto pilihan dengan cerita visual yang memukau dan penuh inspirasi di balik setiap lensanya.

Antusiasme masyarakat terhadap event maritim tersebut terlihat dari membludaknya warga dan wisatawan yang memadati sejumlah titik di sepanjang jalur pelayaran. Salah satu kawasan yang ramai dikunjungi adalah Pantai Somba, Majene.

Ribuan penonton yang datang sejak pagi hari tidak hanya menyaksikan aksi puluhan Sandeq berlaga di laut, tetapi juga turut menggerakkan aktivitas perdagangan masyarakat setempat.

Para pedagang makanan dan minuman di sekitar kawasan pesisir mengaku mendapatkan berkah dari tingginya kunjungan masyarakat. Sejumlah lapak bahkan diserbu pembeli hingga barang dagangan mereka habis terjual.

Salah satunya dirasakan Jeng Ratu, pedagang di kawasan Pantai Somba. Melalui unggahan di media sosial, ia mengungkapkan rasa syukur atas meningkatnya penjualan selama pelaksanaan Sandeq Silumba 2026.

“Alhamdulillah, berkah pa lopiq sandeq (pelaut sandeq), nasi kuning 6 liter habis, kelapa muda habis, mie habis,” tulis Jeng Ratu dalam unggahannya, Sabtu (26/9/2026).

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kemeriahan Sandeq Silumba memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Warung makan, pedagang minuman, hingga lapak jajanan yang berada di sekitar kawasan pantai mendapat tambahan konsumen dari ribuan warga yang datang untuk menyaksikan perlombaan perahu tradisional tersebut.

Dampak ekonomi itu juga tidak hanya dirasakan oleh pedagang di lokasi pelepasan. Perputaran aktivitas masyarakat selama event berlangsung turut menyentuh berbagai sektor pendukung, mulai dari transportasi, penginapan, kuliner hingga usaha kecil di sepanjang jalur pelayaran.

Sandeq Silumba 2026 pun menjadi lebih dari sekadar festival budaya dan olahraga bahari. Kehadiran wisatawan dan masyarakat dalam jumlah besar membuka peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk meningkatkan penjualan.

Dengan demikian, tradisi Sandeq yang menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Mandar juga memiliki potensi menjadi penggerak ekonomi kerakyatan di wilayah pesisir Sulawesi Barat.

Pemerintah daerah berharap geliat ekonomi tersebut dapat terus dirasakan masyarakat pada etape-etape berikutnya hingga seluruh rangkaian Sandeq Silumba 2026 berakhir di Kabupaten Polewali Mandar.

Bagi masyarakat pesisir, deru layar dan laju Sandeq di tengah laut bukan hanya tontonan. Di baliknya, terdapat perputaran ekonomi yang menghadirkan peluang dan tambahan penghasilan bagi warga lokal.

A.Fathir
Author: A.Fathir

Dukungan Sponsor

Dukung Jurnalisme Independen Discovery News

Bantu kami terus menyajikan berita akurat, mendalam, dan terpercaya untuk masyarakat. Kontribusi Anda sangat berarti bagi kelangsungan media kami.

☕ Dukung Sekarang

Komentar