PONTIANAK | Discoverynews – Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Yarsi Pontianak menjadi sorotan publik setelah sebuah video keluhan warga viral di media sosial. Peristiwa tersebut diketahui beredar luas setelah diunggah oleh seorang warga bernama Indah Kurniawan, yang merupakan ibu dari bayi berusia 35 hari.
Berdasarkan informasi dalam unggahan tersebut, kejadian bermula ketika Indah membawa bayinya untuk mendapatkan perawatan medis di rumah sakit tersebut. Sang buah hati telah menjalani perawatan selama beberapa hari, namun pihak keluarga merasa kondisi bayi belum menunjukkan perubahan yang berarti. Situasi semakin menegangkan ketika sang bayi sempat mengalami sesak napas dan mendapatkan tindakan berupa pemberian oksigen.
Merasa khawatir dengan perkembangan kondisi anaknya, Indah dan keluarga akhirnya memutuskan untuk memindahkan bayinya ke fasilitas kesehatan lain. Persoalan kemudian meruncing saat proses kepindahan ketika Indah hendak menyelesaikan urusan administrasi. Ia mempertanyakan rincian biaya perawatan karena merasa belum menerima informasi detail mengenai total tagihan.
Di tengah proses pengurusan tersebut, ketegangan antara pihak keluarga dan petugas rumah sakit tak terhindarkan. Indah mengaku mendapat respons yang kurang baik dari petugas, bahkan dituduh hendak “kabur” saat mengurus kepindahan anaknya. Menanggapi tudingan tersebut, Indah langsung membantahnya dan menegaskan bahwa suaminya masih berada di lokasi untuk menyelesaikan seluruh prosedur administrasi yang berlaku.
Video rekaman yang memperlihatkan perdebatan antara keluarga pasien dan petugas rumah sakit ini pun seketika menyebar di berbagai platform media sosial dan memicu beragam reaksi warganet. Sejumlah pengguna media sosial turut membagikan pengalaman serupa, sementara beberapa warganet memberikan penjelasan teknis bahwa urusan administrasi pasien pada malam hari dapat dialihkan kepada petugas lain apabila bagian administrasi rawat inap sudah tutup.
Hingga saat ini, berbagai narasi dan komentar yang beredar masih berupa klaim sepihak yang belum terverifikasi secara independen. Kasus ini diharapkan dapat segera menemui titik terang melalui komunikasi yang baik antara pihak keluarga Indah Kurniawan dan manajemen Rumah Sakit Yarsi Pontianak guna menghindari kesalahpahaman lebih lanjut. Publik, di sisi lain, berharap agar setiap fasilitas pelayanan kesehatan senantiasa mengedepankan transparansi dan profesionalisme, khususnya dalam menangani pasien bayi dan keluarga yang tengah membutuhkan pertolongan medis.
(Tim/Red)













Komentar