BABAT TOMAN, Musi Banyuasin, Discoverynews.id — Kabupaten Musi Banyuasin mencatat lembaran sejarah baru dalam pengembangan ekonomi kerakyatan. Menteri Koperasi Republik Indonesia, Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si., secara resmi meresmikan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik KUD Sejahtera di Desa Beruge, Kecamatan Babat Toman, pada Rabu (12/8/2026). Kehadiran pabrik ini tak hanya menjadi kebanggaan warga Muba, tetapi juga ditetapkan pemerintah sebagai percontohan pengembangan hilirisasi kelapa sawit berbasis koperasi untuk seluruh Indonesia.
Peresmian berlangsung megah dan dihadiri sekitar 3.000 peserta, meliputi perwakilan koperasi sawit dari berbagai penjuru tanah air, unsur kementerian dan lembaga, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, PT Agrinas Palma Nusantara, organisasi kemasyarakatan, asosiasi industri sawit, serta anggota KUD Sejahtera dan masyarakat luas. Turut hadir pula Kepala Kantor Staf Kepresidenan RI Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman, Wakil Menteri Koperasi RI Hj. Farida Farichah, S.Pd., M.Si., Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, Bupati Musi Banyuasin H. M. Toha Tohet, S.H., Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Dr. Ir. Mohammad Abdul Ghani, M.Si., Anggota DPD RI dr. Hj. Ratu Tenny Leriva, M.M., serta jajaran pemimpin daerah dan pengurus koperasi.
Dalam sambutannya, Menteri Koperasi menegaskan bahwa keberadaan pabrik ini merupakan bukti nyata koperasi mampu melangkah masuk ke sektor pengolahan, sehingga petani tidak lagi hanya menjual bahan baku, melainkan turut menikmati nilai tambah dari hasil kelapa sawitnya sendiri.
“KUD Sejahtera telah membuktikan bahwa koperasi dapat mengelola rantai usaha secara mandiri, mulai dari kebun, pengolahan tandan buah segar, hingga menghasilkan minyak sawit dan produk turunannya. Model inilah yang akan kita jadikan teladan dan terapkan di daerah lain. Hilirisasi sawit tidak boleh hanya milik perusahaan besar, koperasi dan petani harus menjadi pelaku utamanya, agar koperasi benar-benar menjadi sokoguru perekonomian rakyat,\\\” tegas Menteri Ferry.
Menteri juga memberikan apresiasi khusus kepada Bupati Muba, H. M. Toha Tohet, S.H., yang diketahui pernah menjabat sebagai Ketua KUD Sejahtera dan bahkan pernah menerima penghargaan langsung dari Presiden Republik Indonesia. Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal berharga dalam memahami seluk-beluk pengelolaan koperasi serta pemberdayaan anggota dari tingkat paling bawah.
Sementara itu, Kepala Kantor Staf Kepresidenan RI, Jenderal Dudung Abdurachman, menyebut keberhasilan KUD Sejahtera sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun perekonomian yang tumbuh dari desa dan daerah. Kini koperasi telah berkembang pesat, mampu membangun industri pengolahan, dan siap bersaing hingga ke pasar ekspor.
Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menilai peresmian pabrik ini menjadi tonggak penting dalam sejarah perkembangan koperasi di Sumatera Selatan. Ia berharap dukungan terus mengalir, terutama dalam hal pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar manfaatnya semakin luas dirasakan.
Di sisi lain, Deputi Pengembangan Usaha Koperasi, Panel Barus, menegaskan bahwa KUD Sejahtera membuktikan rakyat melalui koperasi mampu menjadi pelaku utama hilirisasi nasional. Pengembangannya pun diarahkan dengan memperhatikan prinsip keberlanjutan, kelestarian lingkungan, pengelolaan limbah, serta peningkatan daya saing produk sawit Indonesia di mata dunia.
Dengan demikian, peresmian PKS KUD Sejahtera menjadi titik balik baru bagi koperasi sawit di tanah air — tidak lagi sekadar pengumpul hasil kebun, melainkan telah tumbuh menjadi pelaku industri yang mandiri, menyejahterakan anggotanya, dan membawa manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat.









Komentar