NIAS BARAT, DiscoveryNews.id – Seharusnya menjadi kawah candradimuka menguji mental. Namun peringatan *Hari Pramuka ke-65 tingkat Kabupaten Nias Barat justru berakhir di atas karpet Aula Kantor Bupati Onolimbu , Jumat (14/08/2026).
Guyuran hujan deras menjadi alasan *Pemkab Nias Barat memindahkan upacara dari lapangan terbuka. Alasannya: demi kelancaran dan keselamatan peserta.
Namun keputusan itu langsung memantik kegaduhan di ruang publik. Netizen mempertanyakan konsistensi Pemkab dalam menanamkan nilai dasar Gerakan Pramuka.
“Kalau upacara Pramuka saja takut basah, bagaimana mau melatih ketangguhan? Bukankah Dasa Dharma Pramuka poin 2: Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. Poin 5: Rela menolong dan tabah. Poin 7: Disiplin, berani dan setia,”* tulis salah satu komentar yang viral.
Publik menilai, esensi Pramuka sedikit terkikis. Padahal *Anggaran Dasar Gerakan Pramuka Pasal 4 jelas menyebut tujuan Pramuka adalah membentuk setiap Pramuka agar memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, dan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa.
“Ketangguhan, keberanian, dan disiplin itu tidak ditempa di ruangan ber-AC. Tapi di lapangan, di bawah terik dan hujan,” celetuk netizen lain.
Di tengah sorotan itu, upacara tetap berlangsung khidmat di dalam aula. Bupati Nias Barat Dr. Eliyunus Waruwu, S.Pt., M.Si., M.M. dalam sambutannya justru menekankan tema tahun ini: “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.
Pramuka bukan sekadar berseragam dan baris-berbaris. Ini adalah wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, keimanan, kerja keras, ketangguhan, dan tanggung jawab. Nilai-nilai ini penting untuk membangun Nias Barat,” tegas Bupati.
Bupati juga mengulang target besar Pemkab: *Nias Barat CERAH 2030: Cerdas, Sejahtera, Sehat*. Ia menegaskan pembangunan SDM adalah fondasi utama, dan Gerakan Pramuka punya peran strategis di dalamnya.
Hadir dalam kegiatan: jajaran Pimpinan OPD, Dandim 0213/Nias, perwakilan Yonif TP-903/Baluseda, pengurus Kwarcab, Kwarran, Gudep, PKK, Kepala Sekolah, Guru, dan ratusan anggota Pramuka se-Kabupaten Nias Barat.
Pertanyaannya kini mengambang: di tengah hujan, apakah kita memilih melindungi raga, atau menempa jiwa?
Reporter: Tim.
Editor: Redaksi
–










Komentar