oleh

Dokter hewan Nias Barat kemana?! 4 babi BUMDES Cempaka Lahagu mati, bupati dinilai abaikan kesehatan ternak rakyat

NIAS BARAT, DiscoveryNews.id – Bupati Nias Barat dan Dinas Peternakan harus jawab!
Lagi-lagi program ketahanan pangan lewat *BUMDES berujung petaka. Di *Desa Lahagu, Kecamatan Mandrehe Utara, 4 ekor babi milik BUMDES Cempaka mati mendadak tanpa ada penanganan.

Yang lebih miris: kemana dokter hewan pemerintah Kabupaten Nias Barat?

Video viral: babi mati, warga panik

Kabar ini viral di grup WhatsApp “Nias Barat Milik Kita”, Rabu 19 Agustus 2026.
Warga Hartaeli Lahagu mengunggah video 42 detik bangkai babi dan menulis:

“Saya rasa pada ketahanan pangan tahun 2025 bukan keuntungan yang ada, tetapi kehancuran dana BUMDES yang ada, karena sudah empat ekor babi mati.”

Kematian massal ini menimbulkan tanya besar. Apakah ternak BUMDES pernah dibawa ke rumah sakit hewan? Apakah ada dokter hewan yang memeriksa?

Ada dokter hewan, tapi kerjanya dimana?

Pemerintah Kabupaten Nias Barat pasti memiliki *dokter hewan ASN dan fasilitas kesehatan hewan. Itu fasilitas yang dibayar dari pajak rakyat.

Namun fakta di lapangan: zonk!
Saat BUMDES kesusahan, saat ternak mati satu per satu, *tidak ada satupun dokter hewan yang datang.

Ini pelanggaran nyata terhadap *Permendes PDTT Nomor 3 Tahun 2021 Pasal 20 yang mewajibkan bupati melakukan pembinaan dan pengawasan BUMDES, termasuk aspek kesehatan ternak.

Juga bertentangan dengan UU Nomor 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan yang mengamanatkan pemerintah wajib menjamin kesehatan ternak masyarakat.

Dana desa hangus, kesehatan ternak rakyat diabaikan?

Dana untuk pengadaan babi ini adalah *dana desa TA 2025. Artinya *uang rakyat.
Jika dari awal ada pendampingan dokter hewan, ada vaksin, ada pengawasan, maka 4 ekor babi ini tidak akan mati sia-sia.

Ini pertanyaan kritis untuk Bupati Nias Barat:
1. Dimana dokter hewan pemerintah kabupaten?
2. Apakah BUMDES Cempaka pernah dilayani oleh rumah sakit hewan daerah?
3. Apakah pemkab benar-benar memperhatikan kesehatan ternak masyarakat Nias Barat, atau hanya saat ada bantuan saja?

Tuntutan tegas warga:

“Harapan kami sebagai masyarakat, kami mohon kepada dinas terkait untuk menangani dan memberikan solusi pada penyakit ternak babi tersebut, ” ujar Hartaeli.

Warga menuntut:
1. Dokter hewan turun hari ini juga ke Desa Lahagu
2. Audit kenapa tidak ada pencegahan sejak awal
3. Beri ganti rugi dan bantuan obat/vaksin gratis
4. Jangan jadikan BUMDES sebagai proyek yang dibiarkan mati

Jika pemerintah daerah terus bungkam, maka ini bukan lagi gagal program. Ini pembiaran dan kelalaian yang merugikan negara dan rakyat.

Hingga berita ini diturunkan, Bupati Nias Barat dan Kepala Dinas Peternakan* belum memberikan jawaban.

Catatan redaksi:
DiscoveryNews.id menuntut transparansi. Rakyat berhak tahu kemana saja dokter hewan ASN digaji selama ini.

Reporter: Tim Investigasi DiscoveryNews.id
Editor: Redaksi h

Haris
Author: Haris

Komentar