LUWU TIMUR, Discoverynews.id — Dugaan praktik mafia BBM bersubsidi di wilayah Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, kembali menjadi sorotan. Kali ini, sebuah rekaman video yang beredar di tengah masyarakat diduga memperlihatkan adanya pemberian sebuah amplop diduga berisi sejumlah uang kepada seorang oknum polisi yang disebut-sebut berkaitan dengan aktivitas pelangsiran BBM.
Dalam rekaman yang beredar di Platform Instagram dan Tiktok pada Rabu, (19/8/26) tampak sebuah pertemuan yang kemudian memunculkan dugaan adanya transaksi uang. Diketahui, dalam rekaman, pemberi sebuah amplop diduga oleh Pelaku Penimbun BBM Subsidi di Wotu, namun secara pasti identitas pihak yang memberikan maupun menerima amplop tersebut serta tujuan pemberiannya belum diketahui.
Namun, kemunculan rekaman itu sontak memicu pertanyaan warga. Sejumlah warga mempertanyakan apakah uang tersebut berkaitan dengan dugaan praktik pelangsiran BBM bersubsidi yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
“Cair lagi?” demikian pertanyaan yang muncul dari warga setelah melihat rekaman tersebut.
Dugaan ini menjadi perhatian serius karena persoalan pelangsiran BBM di wilayah Luwu Timur sebelumnya juga telah mendapat sorotan. Di SPBU Tomoni, misalnya, warga pernah memprotes antrean yang disebut dikuasai kendaraan pelangsir hingga aparat kepolisian turun melakukan penertiban.
Bahkan, hasil sidak pemerintah daerah di SPBU Tomoni pada Juli 2026 dilaporkan menemukan kendaraan yang diduga melakukan pengisian Pertalite secara berulang.
Kini, beredarnya rekaman dugaan pemberian uang kepada oknum polisi di Wotu menambah panjang daftar pertanyaan publik mengenai pengawasan distribusi BBM bersubsidi.
Jika benar terdapat aliran uang kepada oknum aparat untuk melancarkan aktivitas pelangsiran, maka persoalan tersebut tidak lagi sebatas dugaan penyalahgunaan BBM subsidi, tetapi juga berpotensi menyeret persoalan integritas aparat penegak hukum.
Namun, rekaman tersebut perlu diverifikasi lebih lanjut. Identitas orang dalam video, waktu dan lokasi kejadian, nominal uang serta tujuan pemberian uang harus dipastikan melalui penyelidikan resmi agar tidak terjadi kesimpulan sepihak.
Masyarakat pun mendesak Propam maupun pihak kepolisian melakukan pemeriksaan secara transparan apabila rekaman tersebut memang menunjukkan dugaan transaksi antara pelaku pelangsiran dengan anggota kepolisian.
Publik kini menunggu: apakah rekaman tersebut akan ditindaklanjuti dan siapa sebenarnya pihak yang berada di balik dugaan transaksi tersebut?
Pihak kepolisian dan pihak-pihak yang disebut dalam dugaan tersebut perlu diberikan ruang untuk memberikan klarifikasi.










Komentar