oleh

LPTQ Kota Pontianak Disorot Usai Anjloknya Prestasi pada MTQ XXXIV Kalimantan Barat

PONTIANAK | Discoverynews  — Penurunan prestasi Kota Pontianak dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Barat kembali memunculkan sorotan publik. Gelombang kritik kini tertuju pada pola pembinaan, tata kelola organisasi, hingga arah penggunaan anggaran yang dikelola oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Pontianak.

Sorotan tersebut kian memuncak setelah capaian Kontingen Pontianak pada MTQ XXXIV tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026 merosot signifikan. Jika pada MTQ XXXIII tahun 2025 Pontianak berhasil mengamankan posisi runner-up dengan raihan 362 poin, tahun ini Pontianak harus puas merosot ke peringkat ketiga dengan hanya mengumpulkan 178 poin. Di saat yang sama, Kabupaten Kubu Raya sukses merebut predikat juara umum setelah mengantongi total 213 poin.

Bagi sebagian besar warga dan pecinta MTQ di Kota Pontianak, penurunan ini tidak sekadar dipandang sebagai dinamika kalah atau menang dalam kompetisi. Hasil tersebut dinilai sebagai sinyal darurat sekaligus momentum krusial untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan kafilah. Evaluasi ini mencakup efektivitas pengalokasian anggaran, kualitas pelatih, kesejahteraan peserta, pemberian insentif, hingga tata cara pengambilan keputusan di tubuh organisasi.

Salah satu poin krusial yang turut dipertanyakan masyarakat adalah alokasi dana pada pelaksanaan MTQ tingkat Kota Pontianak tahun 2025. Pihak yang menyampaikan aspirasi menyebutkan bahwa gelaran tersebut menghabiskan anggaran sekitar Rp800 juta hanya untuk kebutuhan panggung serta aspek seremonial. Publik menuntut agar dokumen anggaran dan laporan pertanggungjawaban dibuka secara transparan agar dapat diketahui porsi pasti yang digunakan untuk acara megah dibanding alokasi bagi pemusatan latihan dan insentif peserta.

Rangkaian persoalan ini menyisakan pertanyaan mendasar bagi tata kelola LPTQ Kota Pontianak ke depan. Publik kini menantikan kepastian apakah kebijakan anggaran ke depannya akan tetap menitikberatkan pada kemeriahan acara semata, atau beralih sepenuhnya untuk membangun ekosistem prestasi peserta secara berkesinambungan dan berkelanjutan.

(Tim/Red)

Komentar