MAMUJU, Discoverynews.id – Memasuki hari kedua pertemuan klasikal Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2026, Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat, Qamaruddin Kamil, semakin memantapkan kapasitas kepemimpinannya untuk mendorong terobosan di sektor ketenagalistrikan.
Qamaruddin mengikuti rangkaian pembelajaran PKA di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sulbar, Kecamatan Kalukku, Mamuju, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari tahapan pembelajaran e-learning yang sebelumnya telah diikuti para peserta. Dalam pertemuan klasikal, peserta dibekali berbagai kompetensi kepemimpinan, manajemen kinerja, inovasi pelayanan publik, hingga kemampuan merumuskan aksi perubahan yang dapat diterapkan secara nyata di lingkungan kerja masing-masing.
Qamaruddin tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan para fasilitator BKPSDM Sulbar bersama Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan LAN RI Makassar. Materi kepemimpinan transformasional dan inovasi pelayanan publik menjadi bagian penting dalam membangun pola pikir pejabat administrator agar mampu menghadapi tantangan birokrasi yang semakin kompleks.
Menurut Qamaruddin, PKA bukan sekadar kegiatan peningkatan kompetensi aparatur, tetapi juga menjadi ruang untuk melahirkan gagasan dan inovasi yang dapat memberikan dampak langsung terhadap pelayanan masyarakat.
“Pembelajaran ini sangat penting bagi kami untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan manajerial. Saya berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan ini dapat diaplikasikan untuk mendukung program-program prioritas Dinas ESDM, terutama dalam upaya memperluas akses energi listrik bagi masyarakat Sulbar, khususnya pada aspek perizinan ketenagalistrikan dan keselamatan ketenagalistrikan (K2), serta tentunya program listrik gratis untuk masyarakat,” ujar Qamaruddin.
Ia menilai tantangan sektor ketenagalistrikan ke depan membutuhkan pemimpin yang mampu berpikir strategis, adaptif, dan inovatif. Karena itu, kesempatan mengikuti PKA akan dimanfaatkan untuk merumuskan aksi perubahan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Melalui PKA ini, saya ingin merumuskan terobosan-terobosan baru yang dapat mempercepat elektrifikasi dan memastikan seluruh masyarakat Sulbar menikmati akses listrik yang andal dan terjangkau,” tambahnya.
Dukungan terhadap keikutsertaan Qamaruddin juga disampaikan Kepala Dinas ESDM Sulbar, Bujaeramy Hassan. Ia menegaskan bahwa peningkatan kapasitas aparatur merupakan investasi penting dalam memperkuat kualitas organisasi dan pelayanan publik.
“Saya berharap Qamaruddin Kamil dan seluruh peserta PKA dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk memperkaya wawasan dan keterampilan kepemimpinan, sehingga mampu membawa perubahan positif bagi Dinas ESDM dan pelayanan kepada masyarakat Sulbar,” kata Bujaeramy.
Ia menambahkan, hasil pembelajaran PKA diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi dapat diwujudkan melalui aksi nyata. Dinas ESDM Sulbar saat ini terus mendorong sejumlah program strategis, di antaranya percepatan elektrifikasi, program listrik hemat dan murah, serta penataan perizinan ketenagalistrikan yang tertib dan akuntabel.
“Pemimpin yang kompeten dan visioner sangat dibutuhkan untuk mewujudkan semua itu,” tegasnya.
Pelaksanaan PKA Angkatan I Tahun 2026 menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka bersama Sekretaris Daerah Junda Maulana dalam meningkatkan kualitas sumber daya aparatur.
Upaya tersebut sejalan dengan semangat Pancadaya, khususnya pilar ketiga, yakni Membangun Sumber Daya Manusia yang Unggul dan Berkarakter. Penguatan kompetensi aparatur dinilai menjadi fondasi penting untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang efektif, inovatif, transparan, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Dengan mengikuti PKA, Qamaruddin Kamil diharapkan mampu menghasilkan aksi perubahan yang menjawab kebutuhan sektor ketenagalistrikan di Sulawesi Barat, mulai dari percepatan elektrifikasi, pengembangan program listrik hemat dan murah, hingga pembenahan perizinan dan keselamatan ketenagalistrikan.
Langkah tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antarperangkat daerah dalam menghadirkan layanan energi yang lebih baik, sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan Sulawesi Barat yang maju, mandiri, dan berkeadilan.















Komentar