Discoverynews.id— Membaca basmalah atau Bismillahirrahmanirrahim merupakan amalan sederhana yang sangat mudah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Lafal tersebut juga dianjurkan untuk mengawali berbagai aktivitas dan amal kebaikan sebagai bentuk mengingat Allah SWT.
Dalam kitab Abwabul Faraj, Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki menjelaskan sejumlah hikmah dan keistimewaan membaca basmalah secara istiqamah. Menurut penjelasan yang dinukil dalam kitab tersebut, para ulama telah banyak merasakan manfaat dari membiasakan membaca basmalah, khususnya bagi orang yang memiliki niat baik dan selalu berprasangka baik kepada Allah SWT.
Salah satu amalan yang disebutkan adalah membaca basmalah sebanyak 21 kali sebelum tidur. Amalan tersebut, berdasarkan pengalaman yang dinukil dari para ulama, diyakini menjadi salah satu ikhtiar untuk memohon perlindungan Allah SWT dari berbagai kejahatan, gangguan setan, pencurian, kebakaran, serta berbagai bentuk bencana dan kerusakan.
Selain itu, basmalah juga disebutkan dapat diamalkan sebanyak 100 kali bagi orang yang sedang mengalami sakit atau gangguan yang diyakini berkaitan dengan sihir. Dalam hal ini, membaca basmalah tetap ditempatkan sebagai bentuk ikhtiar dan doa kepada Allah SWT.
Sementara untuk memohon kelapangan rezeki, Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki juga menukil amalan membaca basmalah sebanyak 313 kali, disertai membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebanyak 100 kali.
Namun, amalan tersebut hendaknya tidak dipahami sebagai jaminan otomatis terhadap datangnya rezeki atau terhindarnya seseorang dari berbagai persoalan. Dalam kehidupan sehari-hari, doa dan zikir perlu berjalan beriringan dengan ikhtiar nyata.
Jika seseorang menginginkan rezeki yang lebih luas, misalnya, maka selain berdoa dan membiasakan membaca basmalah, tetap diperlukan kerja keras, kejujuran, usaha, serta tawakal kepada Allah SWT.
Basmalah sendiri memiliki makna yang sangat dalam. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, seorang Muslim mengawali aktivitas dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Kebiasaan sederhana ini dapat menjadi pengingat agar setiap pekerjaan dilakukan dengan niat yang baik dan tidak bertentangan dengan ajaran agama.
Karena itu, membiasakan membaca basmalah dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Sebelum makan, bekerja, bepergian, belajar, maupun sebelum tidur, umat Islam dapat mengawalinya dengan menyebut nama Allah SWT.
Intinya, basmalah bukan sekadar lafaz yang mudah diucapkan, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar seorang Muslim untuk senantiasa mengingat Allah SWT dalam setiap aktivitas. Dengan niat yang baik, doa, usaha yang sungguh-sungguh dan tawakal, setiap aktivitas diharapkan mendapat keberkahan dari Allah SWT.














Komentar