BALI Discoverynews — Musik elektronik tidak selalu harus berbicara tentang gemerlap panggung. Di tangan Puput Carolina, perjalanan sebagai DJ justru menjadi ruang untuk terus mencari: bagaimana musik, pengalaman perjalanan, karakter penonton, hingga kekayaan bunyi Indonesia dapat bertemu dalam satu pertunjukan.
Pertanyaan itu akan kembali dibawa Puput Carolina ketika tampil sebagai guest star dalam Soundscapes Road Show Vol. 1 di Baruna Sky Lounge, Jimbaran Bay Beach Resort & Spa, Bali, Sabtu, 29 Agustus 2026. Agenda tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan bermusiknya yang sepanjang 2026 membawanya ke berbagai kota di Indonesia.
Baruna Sky Lounge sendiri berada di rooftop Jimbaran Bay Beach Resort & Spa dengan panorama Jimbaran Bay dan Bukit Peninsula. Venue tersebut memang dikembangkan sebagai ruang untuk menikmati sunset, bersantap, berkumpul, hingga berbagai acara dan pertunjukan.
Namun bagi Puput, sebuah panggung bukan sekadar tempat untuk memainkan lagu.
Setiap kota memiliki karakter penonton yang berbeda. Karena itu, ia melihat seorang DJ bukan hanya sebagai orang yang memainkan setlist, tetapi sebagai performer yang harus mampu membaca energi ruangan, memahami respons audiens, kemudian menentukan bagaimana musik dapat membangun koneksi.
Pandangan tersebut terbentuk dari pengalaman Puput menjalani perjalanan bermusik di berbagai tempat. Tahun ini ia tengah menjalani rangkaian tur sekitar 10 kota di Indonesia, mulai dari Bogor, Bandung, Palangkaraya, Makassar, Bali, Jakarta hingga Timika. Sejumlah agenda internasional juga telah menantinya, termasuk rencana tampil di Makau pada Oktober 2026.
Bagi Puput, perjalanan tersebut bukan sekadar berpindah panggung.
Ada manusia yang ditemui, karakter daerah yang dipelajari, budaya yang diamati, hingga energi penonton yang menjadi bagian dari proses kreatifnya.
“Yang aku cari itu pengalaman sudah pasti, untuk mengenal banyaknya karakter-karakter di setiap daerah pasti berbeda. Koneksi dengan penonton itu juga sudah pasti,” ujar Puput dalam wawancara sebelumnya.
Tidak Sekadar Memainkan Musik
Ada satu perubahan penting dalam perjalanan Puput: ia tidak lagi ingin berhenti sebagai performer.
Setelah serius menekuni dunia DJ, Puput mulai mengembangkan diri sebagai produser. Ia mengaku masih berada dalam proses belajar dan bereksperimen, termasuk mencoba mempertemukan techno dengan psytrance serta mengeksplorasi kemungkinan memasukkan instrumen musik tradisional Indonesia ke dalam karya elektroniknya.
Di titik inilah perjalanan Puput menjadi lebih menarik.
Musik elektronik yang selama ini identik dengan teknologi modern justru ingin dipertemukan dengan sesuatu yang sangat dekat dengan identitas Indonesia.
Gamelan menjadi salah satu pintu masuknya.
Melalui karya berjudul “Bali”, Puput memasukkan unsur gamelan dan menjadikan karya tersebut sebagai bagian dari upayanya mengeksplorasi bagaimana instrumen tradisional Indonesia dapat hadir dalam musik elektronik. Ia juga membuka kemungkinan mengeksplorasi instrumen lain seperti angklung.
Bagi Puput, ini bukan sekadar eksperimen bunyi.
Ada keinginan untuk membuat musik Indonesia memiliki ruang lebih luas untuk didengar.
“Kenapa enggak sih musik kita dikenal di luar,” demikian salah satu gagasan yang pernah disampaikannya ketika berbicara tentang harapan membawa karakter Tech Bounce atau Indo Bounce ke panggung internasional.
Dari Panggung Lokal Menuju Percakapan Global
Pengalaman internasional turut memberi perspektif baru bagi Puput. Ia pernah terlibat dalam Tomorrowland Academy dan mendapat kesempatan tampil di pop-up stage Tomorrowland dalam rangkaian yang memperkenalkan Tomorrowland Thailand. Pengalaman tersebut semakin menguatkan keinginannya untuk berkembang sebagai DJ sekaligus produser.
Karena itu, mimpi Puput tidak berhenti pada semakin banyaknya panggung.
Ia ingin memiliki karya sendiri.
Lebih jauh lagi, ia ingin karya tersebut tetap memiliki hubungan dengan Indonesia.
Bukan dengan cara menjadikan unsur tradisional sebagai ornamen semata, melainkan mencari cara agar kekayaan bunyi Indonesia dapat menjadi bagian dari bahasa musik elektronik yang relevan dengan pendengar masa kini.
Di sinilah perjalanan Puput menemukan makna baru.
Panggung menjadi laboratorium. Penonton menjadi bagian dari proses belajar. Kota-kota yang didatangi menjadi sumber pengalaman. Sementara musik menjadi medium untuk menerjemahkan semuanya.
Bali sebagai Titik Perjalanan
Penampilan di Bali menjadi menarik karena kota ini bukan hanya tujuan pertunjukan, tetapi juga memiliki hubungan langsung dengan karya yang sedang ia kembangkan.
Puput sebelumnya menyebut lagu “Bali” sebagai salah satu karya yang ingin membawa unsur gamelan ke dalam musik elektronik. Baginya, Bali juga memiliki posisi kuat sebagai salah satu wajah Indonesia yang dikenal masyarakat internasional.
Maka, ketika Puput kembali hadir di Bali, panggung tersebut dapat dibaca lebih dari sekadar agenda hiburan.
Ada perjalanan kreatif yang sedang berlangsung.
Dari satu kota ke kota lain, dari satu karakter penonton ke karakter lainnya, Puput sedang membangun identitas sebagai performer sekaligus calon produser yang ingin menemukan suara musiknya sendiri.
Soundscapes Road Show Vol. 1 di Baruna Sky Lounge menjadi salah satu titik dalam perjalanan tersebut.
Di tengah panorama Jimbaran dan suasana sunset Bali, musik akan menjadi bahasa yang mempertemukan Puput dengan penonton. Tetapi di balik pertunjukan itu, ada proses yang jauh lebih panjang: belajar membaca manusia, memahami ruang, mengolah pengalaman, dan perlahan menemukan bunyi yang ingin ia tinggalkan.
Sebab pada akhirnya, perjalanan seorang DJ bukan hanya tentang seberapa ramai orang berjoget.
Ia juga tentang apa yang tersisa setelah musik berhenti.
Dan bagi Puput Carolina, yang sedang dibangun bukan sekadar nama di atas line-up pertunjukan, melainkan identitas seorang musisi yang ingin membawa pengalaman Indonesia ke dalam musik elektronik—dari panggung lokal, menuju percakapan yang lebih luas.









Komentar