JAKARTA — Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa yang digagas Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menjadi momentum penting untuk memperkuat peran media dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, serta tidak menyesatkan publik.
Kegiatan yang berlangsung di Hall Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta, tersebut turut menghadirkan pengusaha sekaligus tokoh nasional Hasyim S. Djojohadikusumo sebagai keynote speaker dalam dialog nasional.
Dalam kesempatan itu, Hasyim menegaskan bahwa media memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas informasi di tengah derasnya arus pemberitaan dan informasi yang berkembang di masyarakat.
Ia mengingatkan insan pers agar tidak menyampaikan informasi secara sepotong-sepotong maupun keluar dari konteks sehingga berpotensi menimbulkan persepsi yang keliru di tengah publik.
“Jangan menjadi pers yang menyesatkan. Sampaikan informasi secara utuh dengan data dan fakta,” ujar Hasyim dalam kegiatan tersebut.
Menurut Hasyim, informasi yang dilepaskan dari konteks dapat menimbulkan distorsi terhadap berbagai kebijakan yang tengah menjadi prioritas pemerintah. Karena itu, media dinilai memiliki posisi strategis untuk memberikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa merupakan salah satu langkah strategis SMSI dalam memperkuat perhatian terhadap pembangunan dan kehidupan masyarakat di tingkat desa.
Ketua Umum SMSI Pusat, Drs. Firdaus, M.Si, mengatakan desa harus ditempatkan sebagai bagian penting dalam pembangunan nasional.
“Saya setuju desa menjadi garda depan dan etalase negara, tidak menjadi entitas yang dinomorduakan,” ujar Firdaus.
Menurutnya, keberadaan Pokja Newsroom Jaga Desa diharapkan dapat mendorong media untuk lebih aktif mengangkat berbagai potensi, persoalan, serta perkembangan pembangunan desa secara objektif.
Program tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen SMSI untuk ikut merawat desa sebagai bagian dari upaya menjaga keutuhan dan kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pada tahap awal, pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa melibatkan lima provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu, dan Sumatera Selatan.
Firdaus menyebut kelima provinsi tersebut menjadi pilot project sebelum program serupa dikonsolidasikan secara lebih luas di seluruh provinsi.
“Lima provinsi ini menjadi pilot project SMSI, namun dalam waktu dekat akan dilakukan konsolidasi secara serentak di seluruh provinsi,” kata Firdaus.
Kehadiran Hasyim dalam kegiatan tersebut juga dinilai menjadi sebuah konfirmasi mengenai kondisi Jakarta di tengah munculnya berbagai informasi mengenai eskalasi aksi demonstrasi yang berkembang di ruang publik.
Hasyim menyampaikan bahwa dirinya hadir karena memiliki kepercayaan terhadap SMSI dan mengapresiasi kegiatan yang digelar tersebut.
“Saya percaya SMSI, saya mengapresiasi kegiatan ini karena itu saya datang,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kondisi Jakarta saat kegiatan berlangsung aman dan kondusif.
Menurutnya, kehadirannya bukan sekadar untuk memberikan konfirmasi, tetapi juga menjadi kesaksian langsung mengenai situasi Jakarta.
“Ini bukan hanya konfirmasi, tetapi testimoni nyata di sini (Jakarta-red) aman dan kondusif. Selamat SMSI, ini kegiatan positif dan sangat bagus,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan Hasyim setelah pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa sebelum dilanjutkan dengan agenda dialog nasional.
Dalam forum tersebut, Hasyim juga mengungkapkan rencana untuk berdialog dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Dialog tersebut, kata dia, diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperoleh masukan, koreksi, dan rekomendasi terkait berbagai kebijakan pemerintah.
Hasyim mengatakan, sebagai salah satu penasehat ekonomi Presiden, berbagai masukan yang diperoleh dari kalangan kampus akan disampaikan kepada pemerintah sebagai bahan evaluasi dan pembenahan.
“Sebagai penasehat Presiden, masukan-masukan dari kampus akan kami sampaikan dan rekomendasikan kepada Presiden untuk pembenahan,” ujarnya.
Selain membahas persoalan pers dan informasi publik, Hasyim juga merespons usulan SMSI mengenai kondisi Gedung Dewan Pers yang dinilai sudah membutuhkan peningkatan.
Firdaus menyampaikan bahwa Gedung Dewan Pers merupakan salah satu pusat penting bagi aktivitas dan perkembangan pers nasional. Namun, menurutnya, kondisi gedung saat ini belum sepenuhnya mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh konstituen Dewan Pers.
“Di tempat ini Dewan Pers bermarkas, segala kegiatan Dewan Pers digerakkan dari gedung ini, tetapi konstituen belum bisa diakomodir. Jadi mereka (konstituen) terpisah-pisah sesuai dengan kondisi masing-masing,” jelas Firdaus.
Menanggapi hal tersebut, Hasyim menyatakan akan berupaya menindaklanjutinya dengan pihak Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Ia mengaku baru mendapatkan masukan tersebut dalam kegiatan SMSI dan menyatakan akan membawa persoalan tersebut dalam komunikasi dengan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.
“Sayang saya baru dapat masukan ini sekarang, kemarin baru saja bertemu dan dialog panjang lebar dengan Menkomdigi, Meutya Hafid,” ujar Hasyim.
Pernyataan tersebut mendapat sambutan dan aplaus dari peserta yang hadir.
Dialog Nasional Bahas Pers dan Kebijakan Publik
Kegiatan pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa dihadiri sekitar seratus peserta dan undangan dari berbagai unsur.
Setelah prosesi pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan dialog nasional yang menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Prof. Dr. Achmad Riyad U.B., Ph.D., Dewan Penasehat SMSI Jawa Timur, serta kalangan pakar ekonomi dan perbankan.
Dialog berlangsung dengan pembahasan yang cukup kritis mengenai berbagai persoalan aktual, termasuk peran pers dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat serta pentingnya masukan dari kalangan akademisi terhadap kebijakan pemerintah.
Forum tersebut dipandu Prof. Dr. Albertus Wahyu Rudhanto, yang juga dikenal sebagai guru besar dari PTIK.
Melalui pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa dan dialog nasional tersebut, SMSI menegaskan komitmennya untuk memperkuat fungsi pers sebagai penyampai informasi sekaligus bagian dari kontrol sosial, dengan tetap mengedepankan data, fakta, konteks, serta kepentingan publik.
Hadir di Dewan Pers, Hasyim Djojohadikusumo Ingatkan Media Jangan Sesatkan Publik










Komentar