PONTIANAK | Discoverynews – Pemandangan tidak biasa sekaligus mencekam menyelimuti Kota Pontianak hari ini. Sejak siang hingga sore hari, langit di ibu kota Kalimantan Barat ini berubah warna menjadi oranye pekat, menciptakan suasana yang menyerupai gambaran permukaan planet Mars. Fenomena visual yang dramatis ini bukanlah hasil editan foto atau filter kamera, melainkan penampakan nyata dari kondisi atmosfer kota yang sedang tidak sehat.
Menurut hasil pencarian berita terbaru, kondisi ini disebabkan oleh tingginya konsentrasi kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di berbagai wilayah Kalimantan Barat. Berdasarkan data per 28 Agustus 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terdapat 2.610 titik panas (hotspot) di wilayah Kalimantan Barat. Partikel padat PM 2.5 yang terkandung dalam asap tebal tersebut menghamburkan cahaya matahari, menyerap gelombang pendek (biru/hijau), dan hanya menyisakan gelombang panjang (merah/oranye) untuk menembus lapisan atmosfer bawah, sehingga menciptakan warna langit yang sedemikian rupa.
Kondisi ini telah berdampak serius pada aktivitas masyarakat dan kesehatan. Udara di Pontianak saat ini dikategorikan berbahaya bagi kesehatan, dan warga diminta untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jarak pandang pun dilaporkan terus memburuk, sempat turun hingga di bawah satu kilometer, yang mengganggu operasional penerbangan dan mobilitas transportasi air di Sungai Kapuas.
Pemerintah daerah dan pihak berwenang terus berupaya melakukan pemadaman api, termasuk menggunakan operasi modifikasi cuaca untuk menurunkan hujan, namun curah hujan yang rendah sejauh ini belum mampu menghilangkan kabut asap sepenuhnya. Dinas kesehatan setempat juga melaporkan peningkatan drastis kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), yang menjangkiti puluhan ribu anak-anak dan lansia di wilayah terdampak. Warga diimbau untuk selalu mengenakan masker, terutama jenis N95, jika terpaksa harus keluar rumah.(Red)














Komentar