oleh

AI Tak Gantikan ASN, Pemprov Sulbar Perkuat Kompetensi Digital

MAMUJU, Discoverynews.id — Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Di tengah berkembangnya otomasi digital yang memunculkan kekhawatiran terhadap efisiensi jumlah pegawai, Pemprov Sulbar justru mengambil langkah proaktif dengan memperkuat kompetensi digital ASN agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (DiskominfoSS) Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, mengatakan pengukuran kompetensi pegawai yang dilakukan pada tahun sebelumnya menjadi langkah awal Pemprov Sulbar di bawah kepemimpinan Gubernur Sulbar Suhardi Duka dalam menata dan memetakan kemampuan digital aparatur.

“11.869 ASN dan Non ASN mengikuti pengukuran kompetensi ini, nilai rata-rata yang diperoleh 2,76 poin, predikat baik,” kata Ridwan, Senin (31/8/2026).

Menurutnya, pengukuran kompetensi digital tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan evaluasi, tetapi menjadi dasar dalam menyusun kebijakan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Pemprov Sulbar.

Hasil pengukuran itu diharapkan menjadi pondasi untuk merancang program peningkatan keterampilan digital pegawai, mempercepat transformasi dan digitalisasi layanan publik, sekaligus meningkatkan kualitas administrasi pemerintahan.

“Tindak lanjutnya, melalui kerja sama dengan Komdigi RI, kami membuka pelatihan digital dengan menyasar para pejabat, pegawai, hingga para ASN Pemprov. Dan ini terus kita dorong,” ujar Ridwan.

Ridwan menegaskan, perkembangan AI tidak serta-merta akan menghilangkan peran ASN dalam penyelenggaraan pemerintahan. Menurutnya, terdapat sejumlah tugas dan fungsi aparatur yang tetap membutuhkan pertimbangan manusia, khususnya menyangkut aspek hukum dan pengambilan keputusan publik.

“AI tetap sulit menggantikan peran ASN yang membutuhkan pertimbangan hukum, termasuk dalam pengambilan keputusan publik,” tambahnya.

Karena itu, Ridwan menilai AI lebih tepat dipandang sebagai alat bantu untuk meningkatkan produktivitas ASN, bukan sebagai ancaman terhadap keberadaan aparatur.

Pemanfaatan AI, kata dia, justru perlu diarahkan untuk membantu ASN bekerja lebih efektif, cepat, dan adaptif terhadap tuntutan pelayanan publik yang semakin berbasis teknologi.

Atas dasar hasil pengukuran kompetensi digital tersebut, DiskominfoSS Sulbar juga mendorong peningkatan kemampuan ASN pada sejumlah aspek penting, terutama keamanan digital dan pemanfaatan AI secara tepat dan bertanggung jawab.

Penguatan kompetensi tersebut dinilai penting agar transformasi digital pemerintahan tidak hanya berorientasi pada penggunaan teknologi, tetapi juga diikuti kesiapan sumber daya manusia yang mampu mengoperasikan dan memanfaatkannya secara optimal.

Tak hanya menyasar lingkungan pemerintahan, penguatan literasi digital di Sulbar juga terus diperluas kepada masyarakat.

Program peningkatan kapasitas digital dilakukan dengan menyasar berbagai kelompok, mulai dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), media, konten kreator, hingga masyarakat umum melalui program Sekolah Internet KIM.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Sulbar membangun ekosistem digital yang lebih kuat, sehingga pemanfaatan teknologi tidak hanya meningkatkan kinerja birokrasi, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Dengan semakin pesatnya perkembangan AI dan teknologi digital, peningkatan kompetensi menjadi kunci agar ASN Sulbar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya untuk mendukung pemerintahan yang lebih efektif, adaptif, dan berkualitas.

A.Fathir
Author: A.Fathir

Komentar