JATIROTO, discoverynews.id – Sinergitas antara TNI dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) PG Djatiroto terus diperkuat. Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan silaturahmi Komandan Kodim (Dandim) 0821/Lumajang, Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., ke PG Djatiroto pada Rabu (26/8/2026).
Kunjungan ini tidak sekadar membahas pengamanan wilayah, tetapi juga berkembang pada pembahasan strategis mengenai ketahanan pangan dan penguatan ekonomi daerah, termasuk dukungan terhadap pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Dalam rombongan tersebut, Dandim didampingi oleh Danramil 0821/12 Jatiroto, Kapten Inf Wahyutomo. Kedatangan mereka disambut langsung oleh General Manager PT SGN PG Djatiroto, Agus Amanda, didampingi Asisten Manager SDM, Umum, dan Pengadaan, Aris Yulianto, serta Perwira Keamanan PT SGN PG Djatiroto, Slamet Riyadi, S.H., M.M.
Aspek keamanan menjadi salah satu fokus utama dalam pertemuan ini. Mengingat PG Djatiroto tengah menjalankan aktivitas Musim Giling Tahun 2026, kondisi lingkungan yang aman dan kondusif dinilai sangat vital demi menjamin kelancaran seluruh proses produksi.
Koordinasi dan komunikasi intensif antara jajaran Kodim 0821/Lumajang dan manajemen PG Djatiroto diharapkan dapat mengantisipasi berbagai potensi gangguan sejak dini.
Bagi manajemen PG Djatiroto, jaminan keamanan tidak hanya mencakup area dalam pabrik, melainkan seluruh rantai pasok industri gula. Hal ini mencakup proses penerimaan tebu, alur produksi, pengangkutan distribusi, keselamatan mitra kerja, hingga interaksi sosial dengan masyarakat sekitar.
Selain memperketat aspek pengamanan, Letkol Arh Anton Subhandi mengimbau agar PT SGN PG Djatiroto dapat berpartisipasi aktif dalam mendukung program strategis pemerintah di bidang ketahanan pangan dan penguatan ekonomi perdesaan.
Fokus utama yang disuarakan adalah penyediaan lahan untuk pembangunan gedung KDMP di Desa Kaliboto Kidul, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang. Hingga saat ini, pemerintah desa setempat masih menghadapi kendala dalam memperoleh lokasi yang strategis dan representatif.
Dandim berharap PG Djatiroto dapat memfasilitasi kebutuhan lahan tersebut melalui mekanisme yang berlaku. Langkah ini dinilai akan memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat, terutama dalam memperkuat kelembagaan ekonomi desa serta menyokong program ketahanan pangan di wilayah Jatiroto.
Menanggapi usulan tersebut, manajemen PG Djatiroto memberikan respons positif. Meski demikian, pihak perusahaan menegaskan bahwa pemanfaatan aset tetap wajib tunduk pada tata kelola perusahaan (good corporate governance) serta mekanisme administrasi yang berlaku.
Sebagai badan usaha, setiap alokasi dan pengalihan penggunaan aset PT SGN harus melalui tahapan kajian teknis, kelayakan administrasi, dan persetujuan tingkat direksi.
Saat ini, pihak PG Djatiroto masih menunggu surat permohonan resmi dari Kepala Desa Kaliboto Kidul. Setelah dokumen formal tersebut diterima, manajemen akan memprosesnya sesuai regulasi internal sebelum diajukan ke Direksi PT Sinergi Gula Nusantara untuk mendapatkan keputusan final.
Jika persetujuan direksi telah diterbitkan, pemanfaatan lahan akan diikat secara resmi melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang memuat secara detail hak, kewajiban, serta klausul hukum kedua belah pihak.
Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperluas cakupan kolaborasi antara TNI dan sektor industri lokal. Sinergitas yang terbangun tidak lagi terbatas pada aspek pertahanan dan keamanan fisik, melainkan diarahkan pada agenda pembangunan yang lebih holistik.
PG Djatiroto memegang peran sentral dalam roda perekonomian Kabupaten Lumajang. Keberadaannya menopang mata pencaharian petani tebu, menyerap tenaga kerja lokal, dan menggerakkan ekosistem UMKM di sekitarnya.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan tercipta keseimbangan yang saling menguntungkan antara keberlangsungan industri gula, kebijakan pemerintah daerah, dan kesejahteraan masyarakat.









Komentar