NganjukDiscoverynews.id – Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Nganjuk resmi diluncurkan sekaligus membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (31/8/2026).
Oplus_16908288Acara tersebut dihadiri Bupati Nganjuk Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, A.Md., S.E., S.H., M.M., M.B.A., Wakil Bupati Nganjuk, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Ditjen Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial RI Adrianus Alla, jajaran OPD, Forkopimda, camat, kepala desa, pendamping sosial, wali murid serta undangan lainnya.
Dalam sambutanya Bupati Marhaen menyampaikan, Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar, tetapi menjadi sarana membentuk karakter, kedisiplinan, kemandirian dan kemampuan siswa dalam menghadapi perkembangan teknologi, apalagi era digitalisasi, katanya.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Nganjuk, Zuana Nurul Huda, mengatakan kepada Discoverynews, program tersebut dirancang untuk mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto dalam upaya memutus rantai kemiskinan.
Menurut Zuana, program Sekolah Rakyat memiliki tiga tahapan. Jangka pendek difokuskan pada kesehatan dan kesejahteraan siswa, jangka menengah memastikan keberlanjutan pendidikan agar tidak terjadi putus sekolah, sedangkan jangka panjang diarahkan mencetak generasi tangguh yang mampu meningkatkan taraf hidup keluarga, khususnya masyarakat kategori Desil 1 dan Desil 2.
Saat ini terdapat 200 siswa yang mengikuti pendidikan, terdiri dari 20 siswa SD, 90 siswa SMP dan 90 siswa SMA. Sekolah menerapkan Kurikulum Merdeka dengan penekanan pada penguatan kompetensi peserta didik.
Sebagai sekolah berbasis asrama, para siswa mendapatkan pendampingan dari pengasuh dan wali asrama. Pihak sekolah juga bekerja sama dengan Puskesmas untuk memantau kesehatan siswa secara berkala.
Dari sisi fasilitas, sekolah memiliki kapasitas sekitar 1.000 siswa. Dengan jumlah siswa yang baru mencapai 200 orang, fasilitas asrama dan ruang pendukung dinilai masih memadai meskipun pembangunan gedung belum sepenuhnya rampung.
Untuk menunjang operasional, Sekolah Rakyat diperkuat 103 tenaga pendukung, terdiri dari 32 guru dan 71 tenaga kependidikan. Guru berasal dari tenaga guru tamu sekolah sekitar, sedangkan tenaga kependidikan direkrut melalui Kementerian Sosial RI.
Kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Nganjuk diharapkan menjadi langkah nyata memperluas akses pendidikan bagi anak-anak keluarga penerima manfaat sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai bagian dari upaya memutus mata rantai kemiskinan.
(Red/Jatim )














Komentar