KALIMANTAN BARAT | Discoverynews ~ Ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menguji kedaulatan lingkungan di bumi khatulistiwa. Hingga akhir Agustus 2026, Kepolisian Daerah Kalimantan Barat mencatat telah menangani sedikitnya 56 laporan polisi terkait kebakaran lahan yang membakar berbagai titik di wilayah tersebut. Dari penanganan maraton itu, penyidik berhasil mengidentifikasi 31 orang terlapor serta secara resmi menetapkan lima di antaranya sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana pembakaran lahan secara sengaja.
Sampel dan Hasil Pembakaran Lahan: Sampel sisa pembakaran, arang, kayu terbakar, serta pemetaan area bekas terbakar yang dikumpulkan dari lokasi penanganan 56 laporan polisi.
Titik Panas dan Citra Satelit (Hotspot): Data koordinat hotspot dan pemetaan konsesi lahan yang mengidentifikasi adanya indikasi titik api di area milik 8 korporasi yang kini sedang didalami penyidik.
Keterangan Tersangka dan Saksi: Keterangan dari 31 orang berstatus terlapor serta penetapan hukum terhadap 5 orang yang telah resmi dijadikan tersangka.
Berkas Perkara dan Pelimpahan: Dokumen hasil penyelidikan dan penyidikan pada 8 perkara karhutla yang naik ke tahap penyidikan serta 9 perkara yang telah dilimpahkan ke Dinas Lingkungan Hidup
Langkah penegakan hukum ini dipastikan tidak berhenti pada pelaku perorangan di lapangan. Polda Kalimantan Barat kini melangkah lebih jauh dengan membidik ranah korporasi yang diduga kuat menjadi dalang di balik petaka kabut asap ini. Tim penyidik gabungan tengah mendalami keterlibatan delapan perusahaan atau korporasi besar yang titik apinya terdeteksi membakar area luas di dalam konsesi wilayah operasi mereka.
Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Alberd Teddy Benhard Sianipar, S.I.K., M.H., mengungkapkan beratnya tantangan yang dihadapi tim gabungan di lapangan. Beliau menjelaskan bahwa kondisi musim kemarau ekstrem yang disertai tiupan angin kencang, minimnya ketersediaan sumber air, serta hamparan lahan kering yang sangat luas menjadi faktor utama yang membuat kobaran api karhutla semakin menjalar pesat dan sulit dikendalikan.
Ketegasan penindakan hukum ini diharapkan menjadi pesan sinyal keras bagi para pihak yang memicu ancaman ekologis. Dengan kombinasi operasi penegakan hukum intensif dan koordinasi taktis pemadaman darat maupun udara, kepolisian terus berpacu dengan waktu untuk memadamkan titik api serta menindak tegas para perusak lingkungan demi melindungi keselamatan warga Kalimantan Barat dari kepungan asap.
(Tim/Red)















Komentar