Discoverynews.id, BULUKUMBA, — Warga di sekitar Jalan Durian, Tanete, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, mengeluhkan bau tak sedap yang diduga berasal dari limbah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bulukumpa.
Warga geram karena sudah lama khawatir limbah tersebut merembes dan mencemari air sumur yang selama ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Salah seorang warga, Arpan, mengatakan persoalan tersebut telah disampaikan kepada pihak pengelola dapur SPPG sejak beberapa bulan lalu.
Menurut dia, kondisi air sumurnya mulai berubah setelah saluran pembuangan limbah dapur SPPG beroperasi.
“Saya sudah mengadukan ini kepada pemilik dapur sejak bulan Juni lalu. Bahkan keluhan ini juga sudah saya posting dan sampaikan melalui media sosial Facebook saya pada bulan Mei, setelah menemukan air sumur saya keruh dan berbau,” kata Arpan saat ditemui di sekitar lokasi pembuangan limbah, Rabu (2/9/2026).
Arpan mengaku pihak pengelola sebelumnya telah berjanji memperbaiki sistem pembuangan limbah.
Namun, dia mengatakan hingga kini bau dari saluran pembuangan masih tercium.
“Kami hanya dijanji akan diperbaiki. Tapi sejak itu sistem instalasi pembuangan dapur SPPG ini masih saja mengeluarkan bau di saluran parit. Kami khawatir limbah ini juga yang mencemari air sumur kami,” ujarnya.
Saluran Pembuangan Berbusa dan Berwarna Gelap
Berdasarkan pantauan di lokasi, terdapat pipa yang bermuara ke saluran terbuka di sekitar permukiman warga.
Di saluran tersebut terlihat genangan air berbusa dengan warna yang tampak lebih gelap. Sejumlah sampah dan material lainnya juga terlihat berada di sekitar saluran.
Kondisi itu menambah kekhawatiran warga karena lokasi saluran pembuangan berada tidak jauh dari permukiman dan sumur yang digunakan warga.
Seorang warga lainnya bahkan mengaku harus menguras sumurnya karena air berubah keruh dan berbau.
“Ini air sumur kami, Pak. Terpaksa kami harus kuras habis dan isi kembali airnya karena bau,” kata warga tersebut.
Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah perubahan warna dan bau air sumur tersebut disebabkan limbah dapur SPPG.
Kepastian mengenai dugaan pencemaran membutuhkan pemeriksaan teknis serta uji laboratorium terhadap sampel air sumur dan limbah.
Warga Minta DLH Turun Langsung
Warga berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bulukumba segera melakukan pemeriksaan langsung terhadap sistem pengelolaan limbah di dapur SPPG Bulukumpa.
Mereka meminta DLH memeriksa kondisi instalasi pengolahan air limbah (IPAL), saluran pembuangan, serta mengambil sampel air sumur warga untuk diuji.
Warga menilai pemeriksaan tersebut penting untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara aktivitas pembuangan limbah SPPG dengan perubahan kondisi air sumur.
“Kalau memang serius untuk memberikan solusi, harusnya DLH Bulukumba segera ke lokasi. Kalau memang tidak berfungsi IPAL-nya, dapur ini harusnya ditutup sementara,” kata seorang warga.
Selain sorotan terhadap sistem Instalasi pembuangan dapur SPPG tersebut, Kritik tajam juga ditujukan kepada penanggungjawab SPPG Bulukumpa Tanete, Arul Aslam Ilham, yang saat coba ditemui oleh warga justru meminta surat tugas dan terkesan tidak mau menemui warga, termasuk awak media yang coba meminta klarifikasi terhadap dugaan bau limbah dipembuangan yang cemari lingkungan..
Sementara itu, Kepala Bidang Penataan Lingkungan DLH Kabupaten Bulukumba, Nurdin, mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan terkait persoalan tersebut.
“Kami hubungi dulu pemiliknya,” kata Nurdin, Rabu (2/9/2026).
Warga berharap ketegasan DLHK Bulukumba agar meminta pengelola dapur SPPG berhenti sementara operasi sembari menunggu perbaikan instalasi pembuangannya diperbaiki.
” Kalau memang tidak ada sikap baik dari DLHK dan Kordinator BGN Bulukumba, Kami akan geruduk kantor BGN Bulukumba untuk minta pertanggungjawabannya”, Tegas warga lainnya.















Komentar