oleh

Waspada! Akun WhatsApp Palsu Catut Nama Kadiskominfo Sulbar

MAMUJU, Discoverynews.id – Masyarakat Sulawesi Barat (Sulbar) diminta waspada terhadap aksi penipuan melalui akun WhatsApp (WA) palsu yang mengatasnamakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar.

Akun WhatsApp tersebut diketahui menggunakan foto profil Muhammad Ridwan Djafar dan mencatut namanya untuk meyakinkan calon korban. Namun, Kadiskominfo Sulbar memastikan akun tersebut bukan miliknya dan merupakan modus penipuan yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Muhammad Ridwan Djafar mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya apabila menerima pesan WhatsApp dari nomor yang mengatasnamakan dirinya, terlebih jika dalam percakapan tersebut terdapat permintaan uang, pulsa maupun bentuk bantuan lainnya.

“Jadi akun tersebut merupakan modus penipuan. Saya mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dan selalu berhati-hati terhadap akun yang mengatasnamakan dirinya,” ungkap Muhammad Ridwan.

Ia menegaskan, masyarakat yang menerima pesan dari nomor WhatsApp palsu tersebut sebaiknya tidak menanggapi permintaan apa pun dan segera mengabaikannya. Langkah tersebut penting untuk mencegah terjadinya kerugian maupun jatuhnya korban penipuan.

“Jika ada yang menerima pesan WA mengatasnamakan saya dengan tujuan meminta uang atau pulsa agar diabaikan. Itu bukan nomor saya, itu nomor palsu yang mengatasnamakan saya,” ujarnya.

Menurutnya, penggunaan foto profil pejabat atau tokoh tertentu merupakan salah satu modus yang kerap dimanfaatkan pelaku untuk membangun kepercayaan calon korban. Karena itu, masyarakat diminta melakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum memenuhi permintaan yang datang melalui pesan pribadi.

Muhammad Ridwan berharap masyarakat semakin berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan digital yang memanfaatkan identitas orang lain. Ia juga berharap tidak ada masyarakat yang menjadi korban akibat ulah pelaku tersebut.

“Semoga pelaku segera bertobat dan tidak ada korban atas kejadian ini,” harapnya.

Masyarakat yang menemukan akun atau pesan mencurigakan dengan mengatasnamakan pejabat maupun instansi pemerintah diimbau tidak langsung mempercayainya. Terlebih jika pesan tersebut disertai permintaan transfer uang, pulsa, data pribadi, atau bentuk bantuan lainnya.

Dengan maraknya modus penipuan berbasis digital, kewaspadaan dan verifikasi menjadi langkah penting untuk melindungi diri dari aksi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

A.Fathir
Author: A.Fathir

Komentar

News Feed