LUWU UTARA, Discoverynews.id –
Antrean kendaraan yang didominasi oleh Dump truk dan mobil jenis Fanther, Kijang, Avanza kembali terlihat mengular di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 74.91994 Baliase yang terletak di Jalan Poros Trans Sulawesi, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara pada Kamis (3/9/26).
Sorotan publik mengarah adanya kepadatan ini memicu antrean panjang hingga ke bahu jalan raya, menyebabkan arus lalu lintas di sekitar area SPBU mengalami perlambatan.
Selain itu, sorotan warga juga adanya dugaan perlakuan berbeda dalam pelayanan pembelian BBM Solar subsidi di SPBU Baliase ini.
Sejumlah warga mengeluhkan aturan penggunaan barcode yang dinilai hanya diterapkan secara ketat kepada masyarakat umum. Sementara itu, mobil kendaraan yang diduga milik pelangsir disebut-sebut justru tetap mendapatkan pelayanan pengisian BBM.
“Pelangsir dilayani semua, giliran kita masyarakat biasa harus sesuai barcode,” ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Kamis (3/9/26).
Menurut warga, kondisi tersebut dinilai tidak adil. Mereka mempertanyakan sistem pengawasan dan pelayanan di SPBU Baliase, khususnya terkait penyaluran BBM bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak.
Warga berharap pihak pengelola SPBU dapat memberikan penjelasan terkait dugaan adanya perbedaan perlakuan dalam pelayanan konsumen.
Selain itu, pihak Pertamina dan instansi terkait juga diminta turun tangan melakukan pengawasan serta mengevaluasi proses penyaluran BBM subsidi di SPBU tersebut.
“Kalau memang aturan barcode berlaku, seharusnya berlaku untuk semua. Jangan masyarakat biasa yang selalu dipersulit, sementara yang diduga pelangsir malah bebas dilayani,” tambah warga.
Dugaan tersebut tentunya membutuhkan klarifikasi dari pihak pengelola SPBU Baliase. Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPBU belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga tersebut.
Masyarakat berharap kiranya adanya transparansi dan pengawasan dari Bapak Kapolres Luwu Utara yang baru agar dilakukan pengawasan yang lebih ketat agar penyaluran BBM subsidi khususnya di SPBU Baliase benar-benar tepat sasaran dan tidak menimbulkan dugaan adanya perlakuan istimewa terhadap pihak tertentu yang merugikan masyarakat.









Komentar