oleh

Masyarakat Menjerit! SPBU di Luwu Utara Diduga Dikuasai Pelangsir, Harga Eceran Tembus Rp400 Ribu

Gambar Ilustrasi AI

LUWU UTARA,DiscouveryNews.id Masyarakat di Kabupaten Luwu Utara kembali menjerit akibat sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM). Sejumlah warga mengeluhkan antrean panjang di SPBU hingga ada yang bermalam,  sementara BBM yang seharusnya dapat dinikmati masyarakat diduga justru dikuasai oleh para pelangsir karena mereka nampak bebas keluar masuk tanpa adanya pengawasan.

Ironisnya, di tengah sulitnya warga mendapatkan BBM secara langsung di SPBU, harga BBM di tingkat pengecer disebut-sebut mencapai Rp400 ribu per jeriken.
Kondisi tersebut memicu kekecewaan masyarakat. Warga mempertanyakan pengawasan terhadap distribusi BBM, khususnya BBM bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak.

“Kalau masyarakat biasa mau isi harus antre dan kadang tidak kebagian. Tapi di luar malah mudah didapat, hanya harganya sangat mahal,” keluh salah seorang sopir truk mangaku warga Baliase, Senin (7/9/2026).

Warga menduga adanya aktivitas pelangsiran yang menyebabkan ketersediaan BBM di sejumlah SPBU menjadi persiapan tak kunjung ditertibkan.

Mobil-mobil berjenis Fanther, Kijang, Avanza, Truck serta Dump Truck tampak memenuhi antrian hingga ratusan meter diduga berulang kali melakukan pengisian sebelum BBM tersebut kembali diperjualbelikan kepada masyarakat dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Jika benar terjadi, praktik tersebut dinilai sangat merugikan masyarakat kecil, terutama petani, nelayan, pengendara, dan pelaku usaha yang membutuhkan BBM untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Masyarakat meminta pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta pihak pengawas distribusi BBM untuk segera melakukan pemeriksaan dan pengawasan secara serius.
Warga berharap tidak ada pihak yang bermain dalam distribusi BBM subsidi dan seluruh SPBU dapat menjalankan aturan sesuai ketentuan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPBU maupun instansi terkait mengenai keluhan masyarakat serta dugaan aktivitas pelangsiran tersebut.

Sekelompok masyarakat kini bahkan berencana akan mendatangi Polres Luwu Utara melaporkan terkait pengawasan pendistribusian BBM bersubsidi. Masyarakat menunggu tindakan nyata. Jangan sampai BBM subsidi yang seharusnya menjadi hak masyarakat kecil justru diduga dikuasai oleh segelintir pelangsir dan kembali dijual dengan harga selangit.

Mulyadi
Author: Mulyadi

Komentar