Pandeglang-Banten- Discoverynews- Pengerjaan proyek galian kabel milik PT Telkom di kawasan PLTU 2 Labuan, Kabupaten Pandeglang Banten, memicu sorotan publik. Proyek infrastruktur tersebut diduga kuat dikerjakan asal-jadi serta tidak memenuhi spesifikasi teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang ditetapkan.
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan pada Rabu (9/9/2026), kedalaman galian kabel di lokasi terpantau sangat dangkal dengan kedalaman lubang yang disiapkan hanya berkisar antara 20 hingga 30 sentimeter dan juga diberapa lubang galian tersebut dengan kedalaman satu jengkal orang dewasa. Standar galian itu mensyaratkan kedalaman yang tidak memadai.
Proyek galian sepanjang 900 meter tersebut diketahui hanya melibatkan empat orang pekerja. Salah satu pekerja di lokasi menyatakan bahwa mereka hanya menjalankan tugas sesuai instruksi yang diterima.
“Saya hanya mengerjakan saja dengan kepanjangan 900 meter, tidak lebih,” ujarnya singkat.
Sementara itu, Dede dari pihak PLTU 2 Labuan mengaku mengawasi pekerja dan tidak mengetahui secara pasti mengenai standar kedalaman galian tersebut. Fokus pengawasannya sebatas pada kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD).
“Galian kabel Telkom ini hasil permintaan pihak PLTU ke pusat, agar kabel Telkom tidak ada di bagian atas untuk di area PLTU 2 Labuan ini. Targetnya juga harus selesai di bulan ini,” jelas Dede.
Armin selaku Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)Harimau, mengkritik pengerjaan proyek yang dinilai mengabaikan regulasi dan berpotensi merugikan anggaran. Pihaknya menemukan indikasi kuat adanya pengurangan volume pekerjaan, khususnya pada tahap penggalian yang tidak memenuhi standar operasional.
“Pekerjaan galian kabel telkom kedalaman galian yang hanya sekitar 20 cm sampai 30 cm. Kami duga adanya ketidaksesuaian dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Pengerjaan seperti ini tidak boleh dibiarkan,jangan sampai mengurangi volume kedalaman galian tersebut,” tegas armin
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana maupun perwakilan resmi PT Telkom belum memberikan keterangan, serta klarifikasi mengenai dugaan ketidaksesuaian spesifikasi teknis pada proyek tersebut. Awak media berusaha untuk bisa memyambung melalui jalur telpon whatsap pelaksana beberapa kali dihubungi belum juga menyambung.














Komentar