oleh

Proyek Galian Kabel Telkom sepanjang 900 Meter,Diduga Tak Sesuai RAB, Pelaksana Lapangan Simpang Siur

Pandeglang-Banten- Discoverynews- Setelah terbitnya pemberitaan terkait pelaksanaan galian kabel milik PT Telkom di kawasan PLTU 2 Labuan Kabupaten Pandeglang Banten, menuai sorotan publik. Pekerjaan sepanjang 900 meter tersebut diduga dikerjakan asal jadi, diduga tidak mengacu pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.

Pada sebelumnya kondisi galian kabel terpantau sangat minim dari standar kedalaman lubang yang disiapkan para pekerja hanya berkisar antara 20 hingga 30 sentimeter, bahkan di beberapa titik kedalamannya hanya sekadar satu jengkal orang dewasa.

Selain kedalaman galian yang bermasalah, pengawasan proyek tersebut turut dipertanyakan. Proyek sepanjang hampir satu kilometer tersebut terpantau hanya dikerjakan oleh empat orang buruh. Saat dikonfirmasi di lokasi, salah satu pekerja mengaku hanya menjalankan perintah tanpa mengetahui rincian teknis maupun regulasi RAB.

“Saya hanya mengerjakan saja dengan kepanjangan 900 meter, tidak lebih,” ujar pekerja dengan singkat.

Pada tempat berbeda tepatnya hari kamis 10 september 2026, salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya, ia menyebutkan bahwa sosok yang bertanggung jawab sebagai pelaksana lapangan proyek galian kabel Telkom tersebut.” ID projeknya ke PT KRI pelaksananya berinisial (H.i) coba saja hubungi mereka,” ucapnya

Namun, saat dihubungi melalui pesan dan sambungan telepon WhatsApp oleh awak media, (H.i)secara tegas membantah keterlibatannya sebagai pelaksana proyek yang sedang berjalan saat ini. Ia mengatakan bahwa dirinya memang pernah menjadi mitra kerja perusahaan terkait, namun hubungan kerja tersebut sudah berakhir.

“Saya bukan pelaksana proyek galian kabel telkom yang ada di kawasan PLTU 2 Labuan. Dulu saya memang pernah jadi mitra kerja di PT tersebut, tapi sekarang sudah tidak lagi. Mungkin pihak yang memberikan nomor saya mengira saya masih bekerja di sana. Jujur saya bingung karena tiba-tiba banyak yang menghubungi nomor saya,” pungkas (H.i)

Jika sosok berinisial (H.i) tidak mengakui dirinya sebagai pelaksana di lapangan, lantas siapakah sebenarnya pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan galian kabel tersebut dibawah naungan ID PT KRI?

Hingga berita ini diterbitkan, simpang siur mengenai penanggung jawab resmi di lapangan serta dugaan ketidaksesuaian pengerjaan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) masih belum terkuak secara terang. Awak media terus berusaha menggali informasi mendalam serta mengonfirmasi pihak manajemen PT Telkom dan penanggung jawab PT KRI guna mendapatkan klarifikasi resmi yang berimbang.

Juhadi geembol
Author: Juhadi geembol

Komentar