PONTIANAK | Discoverynews ~ Di tengah dinamika pembangunan Kota Pontianak, nama H. Sukarman atau yang lebih akrab disapa Bang Man Besi telah lama terpatri di hati masyarakat, khususnya warga Pontianak Timur. Jauh sebelum mengemban amanah sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak periode 2024–2029 dari Partai Golkar, beliau telah membuktikan pengabdiannya secara konsisten di jalur sosial. Sosoknya bukan sekadar politisi yang hadir saat pesta demokrasi, melainkan figur pahlawan lokal yang senantiasa hadir dan berbaur langsung dengan masyarakat dalam berbagai kondisi keprihatinan.
Kiprah sosial Bang Man Besi mencakup rentang pelayanan yang begitu luas dan berisiko tinggi, mulai dari kesiapsiagaan di barisan pemadam kebakaran swakarsa hingga menjadi pengurus fardhu kifayah. Keterlibatannya dalam aksi pemadam kebakaran menunjukkan keberanian serta ketulusannya dalam menyelamatkan jiwa dan harta benda warga tanpa memandang latar belakang. Di sisi lain, keterikatannya dengan pengurusan fardhu kifayah mempertegas kepedulian spiritual dan kemanusiaannya hingga penghujung usia seorang warga, sebuah pengabdian tulus yang melampaui tugas-tugas formal kepemerintahan.
Sifat dermawan dan kepedulian yang mendalam ini dirasakan langsung oleh warga sekitar yang mengenal jejak langkahnya sehari-hari. Hendra (42), salah seorang warga Pontianak, mengungkapkan bahwa figur Bang Man Besi adalah teladan nyata dari seorang pemimpin yang merakyat dan tidak pernah membatasi diri. Menurut Hendra, keberadaannya di tengah kaum tidak mampu bukan sekadar formalitas, melainkan wujud kepedulian nyata yang diwujudkan melalui aksi konkret untuk meringankan beban sesama secara berkelanjutan.
Kini, dengan resminya H. Sukarman menduduki kursi legislator DPRD Kota Pontianak periode 2024–2029, harapan besar masyarakat semakin berlabuh pada pundaknya. Kehadirannya di gedung parlemen dipandang sebagai jembatan aspirasi yang memperkuat suara rakyat kecil, membawa semangat pengabdian sosial dari jalanan ke dalam perumusan kebijakan publik. Dedikasi tanpa pamflet yang telah ia bangun selama bertahun-tahun di Pontianak Timur menjadi fondasi kuat bagi kepemimpinannya dalam mengawal kesejahteraan warga secara lebih luas.
Wartawan: (Sony Afrizal)










Komentar