oleh

Kepungan Asap Sekadau: Aksi Kades Gonis Tekam Tembus Bara Karhutla Bersama TNI dan Warga

PONTIANAK | Discoverynews ~ Deru angin kencang yang menyapu daratan Sekadau mendadak berubah menjadi ancaman nyata ketika kepulan asap pekat membumbung tinggi melahap lahan kering di wilayah Desa Gonis Tekam. Di tengah kepungan hawa panas yang membakar kulit dan kepulan asap yang menyesakkan dada, Kepala Desa Gonis Tekam, Rizal Arafat, tanpa ragu menerjang medan terik untuk memimpin langsung aksi pemadaman di garis depan. Kehadirannya di tengah gelombang kobaran api menjadi pemantik semangat bagi jajaran personel TNI dan belasan warga setempat yang bahu-membahu menembus rintangan semak belakangan yang telah hangus terbakar.

Perjuangan menjinakkan si jago merah bukanlah perkara mudah karena tim gabungan harus bertempur melawan keterbatasan sarana serta rute geografis yang sulit dijangkau armada pemadam utama. Mengandalkan peralatan seadanya seperti selang portabel, tangki semprot punggung, hingga dahan-dahan pohon untuk memukul titik api, kearifan lokal dan kekompakan antarelemen masyarakat menyatu padu dengan disiplin taktis aparat ketahanan wilayah. Sinergi tanpa lelah ini terbukti ampuh membendung laju pergerakan api agar tidak merembet semakin dekat menuju area pemukiman padat serta perkebunan produktif yang menjadi tumpuan ekonomi warga desa.

Dibalik aksi cepat tanggap di tengah kepulan asap, sosok Rizal Arafat sejatinya telah lama mengobarkan perang dingin terhadap potensi karhutla melalui berbagai pendekatan preventif di garis akar rumput. Kesadaran bahwa mencegah jauh lebih berharga daripada memadamkan mendorongnya untuk secara konsisten merangkul masyarakat dalam forum-forum edukasi berkala. Pendekatan persuasif ini secara tajam membedah multiplier effect dari bencana kebakaran, mulai dari ancaman ISPA yang mengintai anak-anak, kerusakan ekosistem tanah yang masif, hingga konsekuensi hukum pidana yang tegas bagi siapapun yang nekat membakar lahan secara sembarangan.

Inisiatif taktis yang memadukan respons cepat di lapangan dan pergerakan edukasi berkelanjutan ini menjadi benteng pertahanan utama Desa Gonis Tekam dalam menghadapi musim kemarau yang rentan. Kolaborasi solid antara pemerintah desa, unsur TNI, dan kesadaran kolektif warga telah membuktikan bahwa kebersamaan adalah kunci utama dalam menjaga kelestarian lingkungan dari ancaman bencana tahunan. Langkah nyata yang terus digelorakan ini diharapkan tidak hanya padam bersama berhentinya kobaran api hari ini, tetapi juga mampu menanamkan komitmen jangka panjang demi memastikan langit Sekadau tetap bersih dan bebas asap di masa depan.

Wartawan: (Sony Afrizal)

Komentar