Semarang discoverynews.id – Ratusan alumni Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mengikuti Workshop Alumni BK UPGRIS bertajuk “Analisis Potensi Karir Siswa” yang digelar di Aula Lantai 6 Kampus 4 UPGRIS, Jumat (11/9/2026). Kegiatan yang diselenggarakan melalui kerja sama UPGRIS dengan IKA UPGRIS Cabsus BK tersebut diikuti peserta secara luring maupun daring.

Workshop ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi profesional alumni, khususnya yang berprofesi sebagai Guru BK, sekaligus menjadi ruang untuk mempererat komunikasi dan jejaring alumni BK UPGRIS yang tersebar di berbagai daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri Rektor UPGRIS Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H., jajaran Wakil Rektor I hingga IV, Wakil Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Ketua Program Studi BK, para dosen, Ketua IKA UPGRIS Cabsus BK beserta pengurus, jajaran Humas, serta tim Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UPGRIS.
Ketua IKA UPGRIS Cabsus BK Tulus Wardoyo, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada UPGRIS yang telah memberikan fasilitasi secara penuh.
“Kegiatan ini digagas sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi alumni, khususnya para Guru BK, agar semakin mampu melakukan pendalaman terhadap potensi karir siswa. Kami berharap program seperti ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini, tetapi dapat dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari program kerja IKA UPGRIS Cabsus BK,” ujar Tulus.
Menurutnya, pengembangan kompetensi bukan satu-satunya tujuan kegiatan. Forum tersebut juga menjadi momentum untuk mempertemukan kembali para alumni sekaligus membangun komunikasi yang lebih erat di antara lulusan BK UPGRIS dengan Kampus.
“Kami ingin alumni tidak hanya bertemu dalam kegiatan seremonial, tetapi juga memiliki ruang untuk belajar, berbagi pengalaman, membangun jejaring, dan saling menguatkan secara profesional,” katanya.
Tulus juga menegaskan bahwa alumni memiliki tanggung jawab moral untuk ikut berkontribusi terhadap perkembangan almamater. Ia menyebut semangat tersebut dengan istilah Jawa “ngrembakakke”, yakni semangat untuk ikut mengembangkan dan membesarkan UPGRIS.
“Alumni memiliki tanggung jawab moral untuk bersama-sama membangun UPGRIS. Kami menyebutnya dengan istilah ngrembakakke. Bagi kami, ini merupakan wujud bakti alumni kepada almamater tercinta. Karena itu, mari kita tidak hanya menjadi alumni yang pernah belajar di UPGRIS, tetapi menjadi bagian dari kekuatan yang ikut mengembangkan almamater,” tegasnya.
Sambutan berikutnya disampaikan Rektor UPGRIS Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H., sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Ia menyambut baik inisiatif IKA UPGRIS Cabsus BK dalam menghadirkan kegiatan pengembangan kompetensi bagi para alumni.
Menurut Sapto, peningkatan kompetensi Guru BK sangat penting mengingat Guru BK berada pada posisi strategis dalam membantu siswa menghadapi berbagai persoalan, termasuk dalam menentukan arah pendidikan dan karir.
“Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan untuk pengembangan profesional Guru BK dalam menangani berbagai permasalahan siswa. Karena itu, kami sangat menyambut baik atas inisiasi kegiatan ini,” kata Sapto.
Ia juga menegaskan bahwa alumni merupakan salah satu kekuatan penting bagi perkembangan perguruan tinggi.
“Alumni merupakan representasi dan sumber kekuatan dari kemajuan kampus. Kesuksesan alumni merupakan keberhasilan dari sebuah almamater. Maka UPGRIS bukan apa-apa tanpa Ibu-Bapak sekalian. Mari kita sama-sama membangun almamater tercinta kita dengan berkolaborasi dan bersinergi,” ujarnya.
Sapto juga mengajak para peserta memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan sekaligus bersilaturahmi dengan rekan-rekan lama serta sarana membangun komunikasi yang baik dengan Almamater.
“Selamat mengikuti pelatihan dan selamat bersua kembali dengan kawan-kawan lama. Ini merupakan kesempatan yang langka untuk reuni, sekaligus memperkuat kembali hubungan antarsesama alumni,” imbuhnya.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi dari tim PMB UPGRIS. Dalam kesempatan tersebut, alumni diajak berkolaborasi dalam mendukung penerimaan mahasiswa baru UPGRIS, khususnya dengan mengenalkan berbagai program studi dan kesempatan pendidikan di UPGRIS kepada para siswa yang berada di lingkungan sekolah masing-masing.
Agenda utama kemudian dilanjutkan dengan workshop selama 4 jam pelajaran (JP) yang menghadirkan Dr. Heri Saptadi Ismanto, S.Pd., M.Pd., Kons. dan Desi Maulia, S.Psi., M.Psi., Psikolog sebagai narasumber.
Materi yang diberikan berfokus pada Analisis Potensi Karir Siswa, dengan pembahasan mengenai pentingnya kemampuan Guru BK dalam membantu siswa mengenali dan memahami potensi dirinya sebagai dasar dalam menentukan arah karir.
Bagi siswa sekolah menengah, keputusan mengenai pendidikan lanjutan maupun pilihan karir menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan kehidupannya. Karena itu, Guru BK sebagai konselor dituntut mampu memahami berbagai aspek yang berkaitan dengan potensi siswa, mulai dari kemampuan, minat, hingga faktor-faktor lain yang memengaruhi pilihan karir.
Workshop berlangsung dinamis. Para peserta mengikuti materi dengan antusias dan terlibat dalam diskusi yang mengaitkan pembahasan dengan pengalaman mereka dalam memberikan layanan BK di sekolah. Interaksi antara narasumber dan peserta membuat kegiatan berlangsung tidak hanya sebagai forum pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman profesional di antara para alumni.
Bagi IKA UPGRIS Cabsus BK, kegiatan tersebut diharapkan menjadi awal dari program pengembangan kompetensi alumni yang dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Selain memperkuat profesionalisme, kegiatan juga diarahkan untuk membangun jejaring alumni yang semakin solid dan mampu memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan maupun almamater.
Di penghujung acara, Ketua IKA UPGRIS Cabsus BK menyampaikan sejumlah rencana program organisasi ke depan. Salah satunya adalah penyelenggaraan Reuni Akbar IKA BK UPGRIS pada 2027 yang direncanakan mempertemukan alumni lintas angkatan dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kami ingin kegiatan hari ini menjadi bagian dari langkah awal untuk membangun kembali komunikasi dan kolaborasi alumni secara lebih kuat. InsyaAllah pada 2027 kami juga akan menyelenggarakan Reuni Akbar IKA BK UPGRIS, lintas angkatan dan berskala nasional,” ujar Tulus.
Ia berharap hubungan antara alumni dan almamater tidak berhenti pada ikatan emosional sebagai lulusan, tetapi berkembang menjadi kolaborasi nyata melalui kompetensi, jejaring, karya, dan kontribusi.
“Semoga semangat ngrembakakke ini benar-benar menjadi gerakan bersama. Dari alumni untuk almamater, dan dari almamater untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkasnya.












Komentar