oleh

Polda Sulsel Ungkap 10 Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, 17 Tersangka Diamankan

Makassar,discoverynews.id –Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) bersama jajaran lima Polres berhasil mengungkap 10 perkara dugaan penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Dalam pengungkapan tersebut, sebanyak 17 orang ditetapkan sebagai tersangka.

 

Pengungkapan kasus ini disampaikan langsung oleh Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro dalam konferensi pers Pengungkapan Penyalahgunaan Pengangkutan dan/atau Niaga BBM yang Disubsidi Pemerintah oleh Polda Sulsel dan jajaran Polres, yang digelar di Aula Mappaodang Mapolda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan KM 16 Makassar, Senin (14/9/2026).

 

Kapolda Sulsel mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan bagian dari langkah kepolisian dalam merespons fenomena antrean panjang BBM di sejumlah SPBU yang sempat menjadi perhatian masyarakat dalam beberapa hari terakhir.

 

Menurutnya, Polda Sulsel telah melakukan analisis terhadap kondisi tersebut dan mengambil sejumlah langkah, mulai dari pencegahan hingga penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang memanfaatkan situasi untuk melakukan pelanggaran

 

“Kami sampaikan bahwa Polda Sulawesi Selatan beserta jajaran telah menganalisis situasi tersebut. Kami mengambil langkah-langkah, pertama secara preventif dengan menurunkan personel di seluruh jajaran, termasuk dari Polda dan Polres, untuk melaksanakan pengamanan terhadap objek-objek khususnya SPBU,” ujar Irjen Pol Djuhandhani.

 

Ia menjelaskan, pengamanan di sejumlah SPBU dilakukan secara intensif selama 24 jam guna memastikan kondisi tetap aman dan tertib. Langkah tersebut juga dilakukan untuk mengantisipasi adanya gangguan distribusi maupun praktik-praktik yang merugikan masyarakat.

 

“Pengamanan ini bertujuan untuk menanggulangi permasalahan antrean yang menjadi perhatian publik, termasuk perhatian dari tingkat pusat, baik dari Mabes Polri maupun pemerintah pusat yang melihat situasi di Makassar dalam beberapa hari terakhir,” jelasnya.

 

Kapolda Sulsel menyebut, kondisi antrean kendaraan di sejumlah SPBU mulai mengalami penurunan setelah dilakukan koordinasi dan pengendalian bersama Pemerintah Daerah, TNI, serta pihak Pertamina.

 

“Alhamdulillah, setelah melalui proses dan upaya bersama Pertamina, Pemerintah Daerah, dan juga TNI, saat ini kita bisa mengendalikan situasi tersebut. Mulai hari Sabtu dan Minggu, antrean sudah cenderung menurun,” ungkapnya.

 

Selain melakukan pengamanan, Polda Sulsel juga mengintensifkan langkah persuasif melalui imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan maupun menjadi spekulan yang memanfaatkan kondisi antrean.

 

Menurut Kapolda, situasi kelangkaan semu akibat antrean panjang dapat memunculkan pihak-pihak yang mengambil keuntungan dengan menjual kembali BBM secara ilegal.

 

“Seperti yang kita ketahui bersama, dampak dari situasi ini menimbulkan munculnya spekulan-spekulan. Ada penjual BBM dadakan dan lain sebagainya. Hal ini tentu menjadi perhatian kita semua bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran hukum,” tegasnya.

 

Di sisi lain, kepolisian juga melakukan tindakan hukum terhadap dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi. Hal ini dilakukan setelah adanya laporan masyarakat, masukan dari berbagai pihak, serta temuan di lapangan terkait praktik distribusi BBM yang tidak sesuai aturan.

Baca Juga  Sinergi Polantas Sulbar dan Babinsa: Bersama Wujudkan Generasi Muda yang Tertib dan Aman di Jalan Raya

 

“Kita ketahui bersama bahwa ketika terjadi antrean yang menjadi perhatian publik, timbul masukan dari masyarakat, tokoh pemuda, maupun rekan-rekan media tentang adanya berbagai pelanggaran menyangkut penyalahgunaan pengangkutan dan niaga BBM bersubsidi. Hal ini menjadi perhatian kami untuk melakukan tindakan,” kata Djuhandhani.

 

Ia menegaskan, seluruh jajaran Polres telah diperintahkan untuk melakukan pengawasan dan penindakan terhadap praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi.

 

“Bahkan sebelum adanya antrean ini pun kami sudah melaksanakannya. Beberapa hari lalu, pengungkapan yang telah dilakukan antara lain pengamanan tanker yang merupakan salah satu upaya kami dalam melakukan penegakan hukum,” tambahnya.

 

Berdasarkan hasil penindakan periode Agustus hingga September 2026, Polda Sulsel mencatat sebanyak 10 perkara penyalahgunaan BBM bersubsidi dengan jumlah tersangka mencapai 17 orang.

 

“Kami terus bergerak secara berkelanjutan. Pada periode Agustus sampai dengan September, total kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi yang dilakukan penegakan hukum ada 10 perkara dengan total tersangka sebanyak 17 orang,” ungkap Kapolda.

 

Sementara itu, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar memastikan ketersediaan BBM dan LPG di seluruh wilayah Sulawesi Selatan dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

 

Ia menyebut, stok BBM dan LPG yang tersedia di sejumlah titik utama, mulai dari Integrated Terminal Makassar, Parepare, hingga Palopo, masih dalam kondisi cukup dan terus mendapat dukungan distribusi sesuai kebutuhan.

 

“Kami sampaikan bahwa kondisi stok BBM maupun LPG di seluruh wilayah Sulawesi Selatan dalam kondisi cukup untuk melayani kebutuhan sehari-hari. Stok ini terus ditopang dan ditambah sesuai kebutuhan melalui koordinasi dengan pusat secara intensif,” ujarnya.

 

Untuk mengantisipasi peningkatan permintaan dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat, Pertamina melakukan sejumlah langkah strategis. Di antaranya meningkatkan distribusi melalui penambahan armada mobil tangki, memperpanjang jam operasional Terminal BBM dan SPBU hingga 24 jam, serta menambah personel operator di sejumlah SPBU.

 

Selain itu, Pertamina juga melakukan penyesuaian operasional dengan menambah jalur pengisian dan nozzle Pertalite di SPBU tertentu, serta memperkuat koordinasi bersama Satgas Gabungan yang terdiri dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Perhubungan, Kepolisian, TNI, dan unsur terkait lainnya.

 

Deny menegaskan, kondisi distribusi BBM yang mulai stabil merupakan hasil kerja sama seluruh pihak dalam menjaga pelayanan energi bagi masyarakat.

 

“Kami berharap kondisi ini dapat terus dipantau bersama dan sinergi terus ditingkatkan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Sulawesi Selatan, tokoh agama, tokoh adat, pelaku usaha, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan masukan kepada Pertamina Patra Niaga,” pungkasnya

Komentar