Bekasi, Discoverynew.id – Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan seluruh persiapan menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 telah rampung. Pesta demokrasi tingkat desa ini dijadwalkan berlangsung serentak pada *Minggu, 20 September 2026*, melibatkan 154 desa di wilayah Kabupaten Bekasi.
Saat ini, tahapan Pilkades memasuki fase krusial, yaitu *Masa Tenang* yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 17 hingga 19 September 2026.
Pada masa ini, seluruh calon kepala desa (Cakades) beserta simpatisan dilarang keras melakukan aktivitas kampanye dalam bentuk apa pun, termasuk praktik politik uang.
Pilkades tahun ini membawa terobosan baru di bidang teknologi. Pemkab Bekasi mengucurkan anggaran sebesar *Rp59,95 miliar* dari APBD 2026 demi kelancaran pesta demokrasi desa ini.
Salah satu inovasi yang menjadi sorotan adalah penerapan sistem pemungutan suara digital berbasis e-Voting.
Sistem e-Voting ini diterapkan dengan konsep *1 Desa 1 TPS Digital*. Artinya, sebanyak 154 TPS akan menjadi pelopor pemungutan suara berbasis teknologi.
Sistemnya dirancang aman. Menurut Korlap IT DPMD Jabar, internet hanya dibutuhkan saat konfigurasi awal untuk mengunduh data pemilih dan kandidat. Saat pemungutan suara, sistem bekerja secara offline sehingga tidak bisa diubah.
Untuk mengantisipasi potensi gesekan antar-simpatisan dan menjaga kondusivitas, pengamanan ketat akan diberlakukan di seluruh titik pemilihan.
Sebanyak 4.222 personel gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP* dikerahkan penuh ke seluruh desa peserta Pilkades.
Sebagai komitmen menjaga keamanan, ratusan Cakades juga telah menandatangani *Deklarasi Damai Pilkades* di Gedung Swatantra Wibawamukti, Kompleks Pemkab Bekasi.
Plt. Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, menekankan pentingnya menjaga nilai persaudaraan dan keharmonisan di tengah kontestasi politik tingkat desa ini.
Menurutnya, esensi utama Pilkades adalah ruang bagi masyarakat menentukan arah pembangunan desa secara demokratis.
“Pilkades ini walaupun kita berbeda pilihan, tapi kita tetap saudara. Jangan sampai ada perpecahan di masyarakat, karena niat kita semuanya sama, yaitu membangun desa dan menyejahterakan masyarakat,” ujar Asep Surya Atmaja.
Ia juga mengajak seluruh warga Kabupaten Bekasi untuk menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab pada hari pencoblosan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu negatif.
“Sinergi dari seluruh pihak, mulai dari TNI, Polri, panitia, hingga simpatisan merupakan kunci utama untuk memastikan setiap tahapan pemilihan berlangsung aman, lancar, dan sukses hingga penetapan hasil nanti,”pungkasnya.















Komentar