MANGGARAI TIMUR, DiscoveryNewsId_ Berlimpahnya Air bersih adalah harapan terbesar bagi masyarakat dipedesaan namun berbeda dengan situasi di kampung Rongkam, Desa Golo Nimbung, Kecamatan Lamba Leda, Manggarai Timur.
Di saat pemerintah pusat menggaungkan air bersih masuk pelosok, warga Rongkam sudah puluhan tahun hidup dalam kehausan. Bukan karena tidak ada air, tapi karena negara belum hadir untuk mengantar air itu ke rumah mereka.
Setiap hari, tepat jam 5 pagi saat embun masih tebal, pemandangan memilukan terjadi. Ibu-ibu dan anak-anak sekolah memikul ember dan jerigen kosong, berjalan kaki menembus kabut.
Wae Lidang Satu-satunya sumber hidup warga Rongkam. Jaraknya 2 kilometer dari kampung. Medannya bukan jalan, tapi tebing terjal dan jurang curam yang terletak di tanah ulayat warga sendiri.
“Dari dulu memang begini. Tidak ada air di kampung kami. Kami harus ke Wae Lidang, 2 kilometer jauhnya. Kalau musim kemarau tiba, lebih sengsara lagi. Mata air mengecil, kami harus antri berjam-jam,” pungkas seorang warga Rongkam yang enggan menyebutkan namanya
20 liter air dipikul di kepala untuk kebutuhan minum hari ini. Besok, drama yang sama akan terulang lagi.
Yang Kaya Ojek Air, Yang Miskin Beli Air Rp 1.000 / Jerigen
Krisis ini menciptakan ketimpangan yang nyata di Rongkam.
Warga yang punya motor atau pickup, terpaksa ojek air dari kampung tetangga, Wae Nenda.
Sementara yang tidak punya kendaraan, harus pasrah memikul jerigen.
Berdasarkan pantauan media ini ada sebagian warga yang sudah tak kuat lagi, alternatif satu-satunya adalah membeli.
Air bersih dijual lewat mobil keliling dengan harga Rp 1.000 per jerigen. Bagi petani, itu harga yang mencekik leher.
Dampaknya, anak-anak harus mencari air dulu sebelum ke sekolah. Ibu-ibu menjerit sakit pinggang karena setiap hari memikul beban puluhan kilogram.
Pompa Mati, Pipa Dicuri, Dana Desa Angkat Tangan
Harapan itu sebenarnya pernah ada.
Pemerintah Desa Golo Nimbung pernah membangun mesin pompa air dari Wae Nenda ke Rongkam. Tapi harapan itu mati pupus lebih awal
Saat dikonfirmasi oleh media ini aparat Desa Golo Nimbung yang enggan namanya dipublikasikan mengakui:
“Mesin pompa air itu memang rusak. Pipa-pipa air banyak yang hilang dicuri. Dan untuk memperbaiki semuanya, Dana Desa tidak cukup.”ungkapnya
Jawaban itu mematikan harapan warga.
“Kami seperti dilupakan. Kami hanya berharap ada sumur bor dibangun di Rongkam. Itu saja,” harap warga lain dengan mata berkaca-kaca.
Rongkam Butuh Solusi Permanen, Bukan Tangki Sesaat!
Kini bola panas ada di tangan Pemkab Manggarai Timur & Dinas PUPR
Warga Rongkam tidak butuh janji manis. Tidak butuh bantuan tangki air sesaat yang datang saat viral saja.
Mereka butuh solusi permanen:
1. Tarik pipa permanen dari mata air Wae Lidang.
2. Bangun sumur bor di jantung Kampung Rongkam.
Puluhan tahun sudah Rongkam menangis air. Jangan biarkan mereka terus memikul dahaga di negeri yang katanya sudah merdeka air bersih.
***Afrianus Cundul/Red














Komentar