Nias Barat,DiscoveryNews.id. – Jeritan itu pecah di Grup Generasi Aekhula, Selasa 22/9-2026. Bukan soal politik, tapi soal perut.
Sudah hampir 10 bulan nasib Paruh Waktu Nias Barat tidak jelas. Gaji tak dibayar, status menggantung.
Di saat narasi kenaikan dari Rp 250 ribu ke Rp 750 ribu dijual di media sosial, kondisi di bawah justru sebaliknya. Selasa 22/9-2026, banyak PPPK tak punya uang minyak untuk ke kantor.
Akibatnya, warung kecil jadi korban. Mereka datang bukan beli, tapi mencatat bon. Dari beras, minyak, sampai uang jajan anak.
Jika satu warung menanggung 5 sampai 10 bon PPPK, berapa warung di Nias Barat yang kini macet cashflow-nya?
Ini bukan lagi soal administrasi. Ini soal hati nurani yang absen hampir 10 bulan.
Hak jawab untuk Bupati Nias Barat.
editor : Red















Komentar