Bulukumba,discoverynews.id – Keluhan warga terkait bau yang diduga berasal dari air limbah aktivitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ujung Bulu Elaela, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, kembali mencuat. Keluhan tersebut disampaikan warga karena aroma yang disebut cukup menyengat masih tercium, terutama ketika angin berhembus dari arah lokasi SPPG.
SPPG Ujung Bulu Elaela diketahui merupakan salah satu unit yang melayani program Makan Bergizi Gratis (MBG). Aktivitas dapur yang berlangsung setiap hari menghasilkan limbah, termasuk air bekas kegiatan pencucian dan pengolahan bahan makanan.
Warga menduga aroma yang tercium berasal dari area penampungan atau pengolahan air limbah dapur SPPG. Namun, sumber bau tersebut hingga kini belum dapat dipastikan secara teknis sehingga diperlukan pemeriksaan langsung oleh instansi atau pihak berwenang.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, Askar, aktivis Asatu, melakukan peninjauan langsung ke lokasi SPPG Ujung Bulu Elaela, Selasa (22/9/2026).
Dalam peninjauan itu, Askar mengaku masih mencium aroma yang cukup menyengat di sekitar lokasi. Berdasarkan pengamatan awalnya, ia menduga bau tersebut berkaitan dengan tempat penampungan air limbah yang berasal dari aktivitas dapur SPPG.
“Ketika kami tiba di lokasi, bau masih terasa. Dugaan sementara sumber bau berasal dari tempat penampungan air limbah dari aktivitas dapur,” ujar Askar saat melakukan peninjauan.
Menurut Askar, keberadaan bau tersebut perlu mendapat perhatian karena SPPG merupakan fasilitas yang berkaitan dengan penyediaan makanan dalam pelaksanaan program MBG. Ia menilai pengelolaan limbah dari aktivitas dapur juga perlu menjadi bagian yang diperhatikan agar tidak menimbulkan gangguan terhadap lingkungan sekitar.
Askar menyebut SPPG Ujung Bulu Elaela telah memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Meski demikian, ia mempertanyakan efektivitas sistem pengolahan yang digunakan karena keluhan mengenai bau masih muncul.
Ia juga meminta agar sistem IPAL yang digunakan diperiksa untuk memastikan pengoperasian dan kapasitasnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta standar pengelolaan limbah yang dipersyaratkan bagi fasilitas tersebut.
“Yang menjadi perhatian kami bukan hanya keberadaan IPAL, tetapi bagaimana IPAL tersebut berfungsi dan apakah pengolahan limbahnya sudah berjalan sebagaimana mestinya,” kata Askar.
Dalam peninjauan tersebut, Askar juga bertemu dengan Kepala Desa Paenre Lompoe yang disebut sebagai pihak mitra dapur SPPG Ujung Bulu Elaela.
Dalam keterangannya di lokasi, pihak mitra mengakui bahwa bau masih dapat tercium meskipun fasilitas IPAL telah tersedia. Pihak mitra menyampaikan bahwa IPAL tersebut masih tergolong baru.
“IPAL-nya memang sudah ada, tetapi masih baru,” demikian keterangan yang disampaikan saat berada di lokasi.
Selain itu, pihak mitra menyampaikan bahwa fasilitas IPAL yang digunakan untuk mengolah limbah tersebut dibeli dengan nilai sekitar Rp20 juta.
Keberadaan IPAL tersebut diharapkan dapat membantu mengolah air limbah yang dihasilkan dari aktivitas dapur sebelum dibuang atau dialirkan sesuai mekanisme pengelolaan limbah yang berlaku.
Namun, menurut hasil peninjauan Askar, masih tercium bau di sekitar lokasi. Kondisi tersebut kemudian menjadi dasar bagi dirinya untuk meminta adanya pemeriksaan lebih lanjut terhadap sistem pengolahan air limbah.
Dalam kesempatan tersebut, pihak mitra juga menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya kualitas hasil pengolahan limbah. Ia bahkan mengungkapkan, apabila terdapat teknologi atau IPAL yang mampu mengolah limbah dapur hingga menghasilkan air dengan kualitas sangat baik, dirinya mengaku bersedia membelinya.
Pernyataan tersebut menunjukkan adanya perhatian dari pihak mitra terhadap pengelolaan limbah yang lebih optimal. Meski demikian, kualitas hasil pengolahan air limbah tentu perlu diketahui melalui pemeriksaan dan pengujian secara teknis oleh pihak yang memiliki kewenangan.
Askar menilai kondisi tersebut tidak seharusnya hanya menjadi keluhan masyarakat, tetapi perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan yang objektif.
Menurutnya, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui secara pasti apakah bau yang dikeluhkan warga memang berasal dari air limbah dapur SPPG atau terdapat sumber lain di sekitar lokasi.
Selain itu, pemeriksaan juga dinilai penting untuk melihat kondisi fisik IPAL, sistem pengoperasian, kapasitas pengolahan, aliran limbah, hingga kualitas air hasil pengolahan.
“Kami berharap Korwil MBG Bulukumba dan instansi terkait segera melakukan pemeriksaan terhadap sistem pengolahan limbah di SPPG Ujung Bulu Elaela. Jangan sampai persoalan air limbah ini dibiarkan hingga berpotensi mencemari lingkungan dan mengganggu masyarakat sekitar,” kata Askar.
Ia juga berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui koordinasi antara pengelola SPPG, pihak mitra, Koordinator Wilayah MBG Bulukumba, pemerintah desa, serta instansi teknis terkait.
Menurutnya, keberadaan fasilitas pengolahan limbah semestinya tidak hanya dilihat dari tersedianya instalasi, tetapi juga dari efektivitas penggunaannya dalam mengolah limbah yang dihasilkan setiap hari.
“Yang penting bukan hanya IPAL-nya ada, tetapi harus dipastikan sistemnya berfungsi dengan baik dan hasil pengolahannya sesuai dengan ketentuan,” ujarnya.
Keluhan mengenai bau tersebut juga diharapkan tidak berkembang menjadi persoalan lingkungan yang lebih besar. Karena itu, pemeriksaan secara langsung dan pengujian kualitas air limbah diperlukan agar persoalan dapat diketahui berdasarkan data dan kondisi teknis di lapangan.
Jika dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya sistem yang belum optimal, pihak terkait dapat melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap pengelolaan limbah SPPG.
Sebaliknya, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sistem IPAL telah berjalan sesuai ketentuan, maka hasil tersebut juga dapat menjadi penjelasan kepada masyarakat mengenai sumber bau yang sebenarnya.
Dengan demikian, keluhan warga tidak hanya berhenti pada dugaan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan pengujian oleh pihak yang berwenang.
Hingga berita ini diterbitkan, Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Bulukumba yang telah dihubungi melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan terkait keluhan tersebut maupun permintaan pemeriksaan terhadap sistem pengolahan air limbah di SPPG Ujung Bulu Elaela.
Pemeriksaan lebih lanjut dari instansi berwenang diperlukan untuk memastikan sumber bau, kondisi air limbah, efektivitas IPAL, serta apakah sistem pengolahan yang digunakan telah memenuhi ketentuan dan standar yang berlaku.
Keterangan dari pihak SPPG, mitra, maupun instansi terkait juga penting untuk memberikan gambaran yang utuh kepada masyarakat mengenai kondisi pengelolaan limbah di fasilitas tersebut.
Catatan redaksi: Informasi mengenai dugaan sumber bau dan efektivitas IPAL dalam berita ini masih berdasarkan hasil peninjauan dan keterangan pihak yang dikutip. Kepastian mengenai sumber bau, kualitas air limbah, serta pemenuhan standar IPAL memerlukan pemeriksaan dan pengujian oleh pihak berwenang
















Komentar