oleh

Pembakaran Lahan Oknum Anggota DPRD Mempawah Resmi Naik ke Penyidikan, Kapolres Tegaskan Tidak Ada Kebal dari Hukum,Tebang Pilih

KALBAR | MEMPAWAH, Discoverynews.id ~ Penanganan kasus dugaan pembakaran lahan yang menyeret oknum anggota DPRD Kabupaten Mempawah kini memasuki babak baru yang kian memanas. Kepolisian Resor Mempawah memastikan langkah hukum tidak akan terhenti di tengah jalan setelah secara resmi menaikkan status perkara dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan. Keseriusan ini menjadi bukti nyata komitmen aparat penegak hukum dalam menangani kejahatan lingkungan yang meresahkan masyarakat luas tanpa memandang status maupun jabatan pelaku.  

Pernyataan tegas mengenai kenaikan status hukum tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Mempawah, AKBP Ade Chandra Capa Yanto, S.I.K., M.H., dalam menggelar konferensi pers resmi pada Selasa, 22 September 2026. Di hadapan para awak media, Kapolres membeberkan secara mendalam mengenai fakta-fakta hukum terbaru yang berhasil dihimpun oleh tim penyidik. Langkah ini diambil guna memberikan kepastian hukum serta transparansi publik terkait penanganan kasus yang mendadak viral tersebut.

Discovery Photo Eksklusif

Momen Terbaik Hari Ini

Jelajahi kumpulan foto pilihan dengan cerita visual yang memukau dan penuh inspirasi di balik setiap lensanya.

Penetapan tingkat penyidikan ini diambil setelah serangkaian pemeriksaan intensif serta gelar perkara yang mendalam oleh tim penyidik Satreskrim. Petugas telah mengumpulkan bukti-bukti permulaan yang dinilai sangat kuat dan cukup, termasuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara cermat di area lahan yang terbakar. Dari hasil penelusuran di lapangan, ditemukan bukti-bukti krusial yang mengarah pada adanya unsur kesengajaan dalam aktivitas pembakaran lahan tersebut.

Kasus yang menjadi perhatian publik ini berawal dari beredarnya sebuah rekaman video yang mendadak tular di berbagai media sosial. Dalam tayangan video yang berdurasi singkat tersebut, terlihat jelas dugaan aktivitas pembakaran lahan yang disinyalir melibatkan oknum wakil rakyat dari Kabupaten Mempawah. Potongan video itu pun langsung memicu kegeraman publik yang menuntut adanya tindakan tegas dari pihak kepolisian tanpa ada intervensi politik.  

Merespons polemik tersebut, AKBP Ade Chandra Capa Yanto, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa jajarannya akan bekerja secara profesional, transparan, dan akuntabel sesuai dengan regulasi hukum yang berlaku. Pihaknya menjamin tidak ada keistimewaan atau perlakuan khusus bagi siapapun yang terbukti melanggar hukum, termasuk pejabat publik atau anggota legislatif. Semua pihak yang berada di dalam pusaran kasus ini dijamin akan diperlakukan sama di hadapan hukum.

Seiring dengan dinaikkannya status perkara ini ke tahap penyidikan, kepolisian akan segera mengagendakan pemanggilan ulang dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi kunci. Tak hanya saksi-saksi di lokasi kejadian, penyidik juga berencana melibatkan beberapa ahli lingkungan hidup serta ahli pidana untuk memperkuat konstruksi hukum. Keterangan para ahli ini sangat vital untuk menguji kadar keabsahan bukti video serta dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan.

Masyarakat kini menaruh harapan besar pada ketegasan jajaran Polres Mempawah agar mengusut tuntas skandal pembakaran lahan ini hingga ke akar-akarnya. Penanganan perkara yang transparan dan tanpa pandang bulu diharapkan dapat menjadi efek jera yang efektif, sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa hukum tetap berdiri tegak serta tidak dapat diintervensi oleh kekuasaan atau jabatan apa pun.

(Tim/Red)

Komentar