KALIMANTAN WEST BORNEO, Discoverynews.id ~ Wilayah Kalimantan Barat menjadi salah satu titik fokus penanganan akibat kepulan asap tebal yang terus mengancam paru-paru generasi masa depan dan usia rentan.
Kabut tebal yang menyelimuti daratan Kalimantan kini bukan lagi sekadar pemandangan alam, melainkan ancaman beracun yang mengintai setiap helahan napas warga.
Ancaman paling nyata dari tragedi ekologi ini mengintai kelompok usia rentan yang harus berjuang mengirup udara bersih di tengah pekatnya asap.
Kementerian Kesehatan mencatat angka memprihatinkan terkait lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut yang dipicu oleh kebakaran hutan dan lahan.
Sejak Agustus hingga 21 September, tercatat tidak kurang dari 174.694 kasus ISPA telah menginfeksi penduduk di wilayah-wilayah terdampak Asap.
Di balik angka ribuan tersebut, tersimpan penderitaan paling memilukan yang dialami oleh anak-anak usia balita.
Dalam keterangannya pada Selasa, Then Suyanti selaku Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes mengonfirmasi bahwa sekitar 40.363 korban di antaranya merupakan anak-anak balita.
Kondisi kritis ini mengepung provinsi Kalimantan Barat di mana asap pekat menyusup masuk ke dalam rumah-rumah warga.
Ancaman kesehatan paru-paru ini meluas hingga ke Kalimantan Tengah yang mengalami krisis kualitas udara akibat pembakaran lahan.
Kalimantan Selatan pun harus bertarung menghadapi lonjakan pasien akibat racun udara yang menyebar tak terkendali.
Wilayah Kalimantan Timur turut mengalami situasi serupa dengan meningkatnya warga yang tersiksa oleh gangguan pernapasan.
Di tengah kepungan asap yang kian pekat, penyelamatan anak-anak Kalimantan menjadi perjuangan hidup dan mati yang memerlukan tindakan nyata secepatnya.
Langkah cepat dan mitigasi kesehatan secara intensif kini menjadi kebutuhan mendesak guna menyelamatkan ribuan nyawa generasi muda di bumi Kalimantan.
Sumber Data: Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes
(Tim/Red)










Komentar