Gunungsitoli, DiscoveryNews.Id — Proyek revitalisasi SMAN Unggulan Sukma Nias senilai Rp 88 miliar didemo tiga kali oleh LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (KCBI) Kepulauan Nias. KCBI mendesak dokumen proyek dibuka.
KCBI meminta pelaksana membuka RKS, spesifikasi teknis, BoQ, gambar kerja, laporan pengawasan, dan hasil uji laboratorium. Dokumen itu dinilai kunci untuk membuktikan pekerjaan sesuai kontrak.
Sorotan KCBI meliputi mutu material pasir, batu, semen, dan timbunan, pekerjaan bored pile dari kedalaman hingga volume beton, serta mutu beton yang diduga dicor saat hujan.
Robohnya pagar proyek sepanjang 20 meter juga diminta diaudit, termasuk pondasi dan mutu material. Penerapan K3 dan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi diminta dievaluasi.
KCBI juga menyinggung dugaan penggunaan BBM bersubsidi untuk alat berat dan meminta aparat memeriksa jika ada indikasi.
“Jika sudah sesuai kontrak, buka dokumennya. Jika tidak, perbaiki,” tegas KCBI.
KCBI menegaskan aksi mereka adalah kontrol sosial, bukan untuk menghentikan pembangunan.
Editor: Red















Komentar