Sibolga, DiscoveryNews.id — Baru hujan sebentar, Sibolga sudah banjir lagi.
Sabtu, 26 September 2026, hujan turun sejak siang. Tidak terlalu lama, tapi cukup membuat empat kelurahan terendam: Aek Muara Pinang, Angin Nauli, Hutabarangan, dan Huta Tonga-Tonga.
Sungai Aek Doras meluap. Air masuk ke jalan, masuk ke rumah warga. Anak-anak diungsikan, ibu-ibu panik menyelamatkan barang.
Menurut informasi di lapangan, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa. Warga hanya mengalami kerugian material dan masih bertahan di rumah masing-masing.
Pemko Sibolga dilaporkan telah memantau lokasi dan menyalurkan logistik. Namun hingga berita ini diturunkan, DiscoveryNews.id belum berhasil mendapatkan konfirmasi resmi dari Pemerintah Kota Sibolga terkait langkah penanganan lanjutan dan kondisi terkini di lapangan.
Sehari setelah Sibolga terendam, Tapanuli Tengah yang bersebelahan justru lebih parah. Tujuh kecamatan kebanjiran, ribuan rumah terendam, satu jembatan putus pada 27 September 2026.
“Ini bukan banjir biasa yang selesai setelah air surut,” tegas Deseri Harefa.
Menurut Deseri, pemerintah tidak boleh hanya datang saat banjir, lalu pergi setelah air surut.
“Masyarakat tidak boleh dibiarkan hidup dalam ketakutan setiap kali hujan turun. Negara harus hadir, dari saat kejadian sampai warga benar-benar aman,” katanya.
Deseri mendesak pemerintah bergerak cepat dan kompak. BNPB diminta siapkan evakuasi untuk kelompok rentan, Kementerian Sosial diminta pastikan bantuan tepat sasaran, sementara Pemprov Sumut dan Pemko Sibolga diminta jangan saling tunggu.
Yang paling penting, kata dia, perbaiki akar masalahnya. Sungai Aek Doras yang menyempit harus dinormalisasi, drainase mampet dibersihkan, dan tanggul pengendali banjir yang dijanjikan harus segera dibangun.
“Jangan tunggu ada korban baru bergerak. Jangan tunggu rumah warga tenggelam lagi baru bantuan datang. Keselamatan warga tidak boleh ditunda-tunda,” ujar Deseri.
Warga Sibolga tidak minta yang muluk-muluk. Mereka hanya ingin tidur nyenyak saat hujan turun. Tidak lagi was-was air masuk rumah.
Tim Discovery News.id
Editor. :Red










Komentar