Cianjur DiscoveryNews.id – Di tengah hiruk pikuk pembangunan, potret kemiskinan masih nyata di pelosok Cianjur. Dua anak yatim di Kampung Pasirwaru RT 04/RW 06, Desa Sukalaharja, Kecamatan Cibeber, harus bertahan hidup di dalam rumah yang nyaris tak lagi bisa disebut rumah.
Rumah itu lapuk dimakan usia. Atapnya rapuh, bilik bambunya berlubang-lubang, tiang penyangganya miring. Setiap hujan turun dan angin kencang menerpa, rasa takut rumah itu ambruk dan menimpa mereka selalu menghantui.
Mereka adalah Sani Sundari (18) dan adiknya, Pikri Muhamad Sidik (15). Sejak ayah mereka meninggal dunia pada tahun 2023 lalu, dunia mereka berubah total.
Sang ibu terpaksa merantau ke luar daerah menjadi tulang punggung keluarga. Sesekali ia mengirimkan uang seadanya untuk Sani dan Pikri bertahan. Selebihnya, dua kakak beradik ini menggantungkan hidup dari belas kasih tetangga dan orang-orang di sekitarnya.
“Sejak bapak tidak ada, kita cuma berdua di sini. Kalau hujan, bocor semua. Takut atapnya jatuh,” begitu kira-kira ketakutan yang dirasakan Sani dan Pikri setiap hari, seperti yang tergambar dari unggahan warga.
Kondisi rumah mereka sudah masuk kategori tidak layak huni akut. Tidak ada ruang yang aman. Lantai tanah, dinding bolong, atap yang ditopang seadanya. Bagi Sani yang sudah berusia 18 tahun, ia harus menjadi ibu sekaligus ayah bagi adiknya yang masih 15 tahun.
Kisah Sani dan Pikri ini viral setelah diunggah akun @radar_cianjur dan telah disukai 317 orang. Warganet pun ramai-ramai mendesak pemerintah desa dan Pemkab Cianjur untuk segera turun tangan.
Padahal, program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dan bantuan anak yatim dari Dinas Sosial serta Baznas Cianjur ada setiap tahun. Pertanyaannya, mengapa Sani dan Pikri belum tersentuh?
Pemerintah Desa Sukalaharja dan Dinas terkait diharapkan segera melakukan asesmen dan memasukkan rumah Sani dan Pikri dalam prioritas Rutilahu 2026. Jangan sampai menunggu rumah itu benar-benar roboh baru ada bantuan datang.
Bagi para dermawan yang ingin membantu Sani Sundari dan Pikri Muhamad Sidik, dapat menyalurkan bantuan melalui pemerintah desa setempat atau menghubungi RT/RW setempat di Kampung Pasirwaru, Desa Sukalaharja, Cibeber.















Komentar