PONTIANAK, Discoverynews.id ~ Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-31 Nasional Tahun 2026 yang berlangsung megah di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, pada 11 hingga 20 September 2026.
Di tengah ketatnya persaingan antar-kontingen dari seluruh pelosok Nusantara, sebuah catatan sejarah indah berhasil diukir oleh para duta Al-Qur’an asal Kota Pontianak.
Perjuangan panjang dan dedikasi luar biasa yang ditempuh selama berbulan-bulan akhirnya membuahkan hasil manis ketika lima orang qori dan qoriah terbaik daerah ini sukses mengumandangkan nama Kalimantan Barat di panggung kehormatan nasional.
Langkah manis kontingen Kalimantan Barat diawali oleh lantunan ayat-ayat suci yang begitu presisi dan menggema tajam dari Yusuf Mubarak. Bertanding di kategori yang sangat kompetitif dan menuntut ketahanan mental luar biasa, Yusuf Mubarak tampil gemilang hingga berhasil menyabet gelar Terbaik II untuk Golongan Hafalan 30 Juz Putra.
Keberhasilannya mempertahankan ingatan hafalan Al-Qur’an secara utuh di bawah tekanan kompetisi tingkat tinggi tidak hanya memukau para dewan hakim, tetapi juga membawa kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Khatulistiwa.
Keberhasilan tersebut semakin melengkapi barisan prestasi yang diraih oleh para penjelajah dan penjaga Al-Qur’an muda lainnya dari Pontianak. Hadyan Miftah Pratama tampil penuh percaya diri dan berhasil membawa pulang predikat Harapan I pada Golongan Hafalan 5 Juz Putra, sebuah pencapaian yang membuktikan matangnya pembinaan generasi muda di daerahnya.
Tidak kalah memukau, pada kategori yang sama di sektor putri, Raya Salsabila juga menunjukkan kualitas bacaan serta kelancaran hafalan yang mengagumkan hingga sukses meraih gelar Harapan III Golongan Hafalan 5 Juz Putri.
Sentuhan inspirasi yang begitu mendalam datang dari panggung kompetisi Golongan Tuna Netra melalui perjuangan Siti Farhatunnufus. Keterbatasan fisik sama sekali tidak menjadi penghalang baginya untuk menyatukan jiwa dan raganya bersama Al-Qur’an, hingga akhirnya ia dianugerahi penghargaan sebagai Harapan I.
Kehadiran dan pencapaian Siti Farhatunnufus di atas panggung MTQ Nasional menjadi bukti nyata bahwa cahaya Al-Qur’an mampu menembus batas kegelapan dan memberi kekuatan luar biasa bagi siapa saja yang dengan tulus mencintainya.
Daftar kemenangan kontingen Pontianak ditutup dengan indah oleh penampilan Ni’matillah yang bertanding di Golongan Qira’at Murattal Dewasa Putri. Dengan keindahan teknik vokal serta keakuratan hukum tajwid yang ia bawakan secara tenang dan konsisten, Ni’matillah berhasil mengamankan gelar juara Harapan III.
Keberhasilannya di kategori dewasa ini mempertegas bahwa kualitas lantunan Al-Qur’an dari para qoriah Kalimantan Barat memiliki daya saing yang sangat tinggi di kancah nasional.
Perjalanan sepuluh hari di Kota Semarang bukan sekadar ajang unjuk kebolehan melantunkan ayat suci, melainkan sebuah pembuktian atas ketekunan, kedisiplinan, dan doa yang tiada putus dari para orang tua serta pelatih.
Kota Pontianak yang dikenal dengan julukan Kota Khatulistiwa kini berdiri bangga melihat para putra-putri terbaiknya melangkah pulang membawa pengalaman berharga dan raihan prestasi yang membanggakan.
Kehadiran mereka di panggung nasional menjadi bukti nyata bahwa tradisi mencintai dan menghafal Al-Qur’an terus bertumbuh subur di tanah Kalimantan Barat.
Rangkaian prestasi yang diraih oleh Yusuf Mubarak, Hadyan Miftah Pratama, Siti Farhatunnufus, Raya Salsabila, dan Ni’matillah ini menjadi sebuah warisan inspirasi yang sangat berharga bagi generasi muda di Kalimantan Barat.
Keberhasilan mereka memancarkan pesan kuat bahwa dengan niat yang ikhlas, perjuangan tanpa kenal lelah, serta kecintaan yang mendalam pada Al-Qur’an, setiap impian besar dapat diwujudkan. Kepulangan para juara ini disambut hangat sebagai pahlawan syiar Islam yang telah berhasil mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
Wartawan: (Sony Afrizal)
















Komentar