Pandeglang-Discoverynews.id- Pembangunan proyek kandang ayam pokhpan yang berlokasi di Kampung Limushaseum Desa Sumurlaban Kecamatan Angsana Kabupaten Pandeglang-Banten memicu kekecewaan dari warga masyarakat setempat. Proyek yang pada awalnya diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal secara maksimal dari tahap awal konstruksi hingga masa produksi nanti, diduga tidak menepati komitmen awal pemberdayaan warga sekitar.
Berdasarkan hasil pantauan awak media di lokasi proyek pada Rabu (30/9/2026), keterlibatan warga lokal dalam pengerjaan fisik tergolong sangat minim. Dari sekian banyak tenaga kerja yang beraktivitas di area proyek, tercatat hanya enam orang kurang lebih warga setempat yang dilibatkan. Sebagian besar pekerja lainnya didatangkan dari luar wilayah.
Salah satu warga setempat menyampaikan rasa kecewanya terkait hal ini. Menurutnya, minat warga sekitar untuk bekerja sebenarnya sangat tinggi, namun besaran upah harian yang ditawarkan dinilai tidak sesuai dan di bawah harapan.
“Warga sini sebenarnya banyak yang ingin bekerja. Namun, upah harian yang ditawarkan sangat minim, yaitu Rp100ribu untuk helper dan Rp120ribu untuk tukang. Angka tersebut kurang sesuai, sehingga banyak warga yang akhirnya tidak berminat, padahal diwaktu awal dengan adanya proyek itu sangat di harapkan pekerjanya dari warga sekitar sini, pada tetapi orang sini yang bekerja hanya sekitar 6 sampai 7 orangan kurang lebih,” ujar salah satu warga yang minta identitasnya dirahasiakan
Kekecewaan senada juga datang dari pelaku usaha lokal. Di tempat terpisah, seorang warga yang berprofesi sebagai pengusaha mengatakan ketidaklibatannya dalam suplai bahan bangunan untuk proyek tersebut. Ia berharap pihak pengembang atau kontraktor dapat merangkul pelaku usaha setempat guna menggerakkan perekonomian desa.
“Sebagai pengusaha lokal, kami sangat berharap dapat dilibatkan dalam penyuplai bahan material bangunan. Sangat disayangkan potensi dan usaha warga lokal seperti diabaikan,” ungkapnya.
Tidak hanya persoalan komitmen tenaga kerja dan pengusaha lokal, awak media di lapangan juga menemukan dugaan pelanggaran keselamatan kerja. Para pekerja proyek terlihat beraktivitas tanpa dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai sesuai standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).
Kondisi ini memicu desakan dari warga dan pihak terkait agar pihak pengembang ataupun pelaksana pengerjaan kandang ayam di Kampung Limushaseum segera melakukan evaluasi menyeluruh. Pihak pengelola diharapkan dapat lebih bijak dalam menghormati kesepakatan dengan masyarakat sekitar.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengembang ataupun pelaksana proyek belum memberikan keterangan secara resmi terkait keluhan warga dan temuan di lapangan. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait sesuai dengan kode etik jurnalistik.












Komentar