oleh

Saling Tuding Kabut Asap: Gubernur Kalbar Ria Norsan Tunjuk Tetangga, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran Salahkan Arah Angin

KALIMANTAN WEST BORNEO, Discoverynews.id ~ Kabar tentang kabut asap yang menyelimuti wilayah Kalimantan kembali menjadi bahan perbincangan hangat, namun kali ini ada sedikit bumbu silat lidah antar para pemimpin daerah.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, sempat melontarkan pernyataan yang menyebutkan bahwa pekatnya kabut asap di wilayah Kalimantan Barat tidak murni berasal dari daerahnya sendiri.

Discovery Photo Eksklusif

Momen Terbaik Hari Ini

Jelajahi kumpulan foto pilihan dengan cerita visual yang memukau dan penuh inspirasi di balik setiap lensanya.

Menurutnya, ada sumbangan cukup besar berupa olah udara limpahan asap yang terbang melintasi batas provinsi, terbang bebas dari wilayah tetangga mereka, Kalimantan Tengah.

Pernyataan tersebut tak pelak langsung memancing perhatian publik dan tentu saja mengundang tanggapan balik dari pihak yang merasa ditunjuk. Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, dengan tenang menyikapi tuduhan halus tersebut saat ditemui para awak media.

Alih-alih meradang atau melempar balik tuduhan, beliau justru mengajak semua pihak untuk berkepala dingin dan kembali melihat duduk perkara ini secara jernih. Tanggapan tersebut ia sampaikan persis setelah merampungkan gelaran Rapat Paripurna ke-8 Masa Persidangan I Tahun 2026 yang berlangsung hingga Selasa malam.

Agustiar menegaskan bahwa urusan kabut asap bukanlah persoalan tebak-tebakan atau saling menuding tanpa landasan yang pasti di atas kertas. Beliau meminta agar tuduhan mengenai asal-usul asap tersebut diuji terlebih dahulu melalui data konkret mengenai luasan titik kebakaran yang ada di masing-masing provinsi.

Menurutnya, data luasan lahan yang terbakar akan menjadi bukti paling jujur untuk menunjukkan dari mana sebenarnya asap pekat itu memancar, sehingga tidak ada provinsi yang terpojokkan secara sepihak tanpa analisis ilmiah yang valid.

Selain masalah data luasan kebakaran lahan, Agustiar juga menggarisbawahi faktor alam yang memegang peranan paling penting dalam pergerakan asap antarwilayah. Beliau mengingatkan bahwa asap yang membumbung tinggi di udara sepenuhnya bergerak mengikuti ke mana pun angin berhembus di lapangan pada saat itu.

Asap tidak memiliki paspor atau pemandu jalan sendiri, melainkan murni menyerahkan jalurnya pada arah dan kecepatan angin yang bertiup tanpa memedulikan batas administratif suatu wilayah pemerintahan.

Dengan sedikit kelakar khas yang memecah suasana serius malam itu, beliau menjelaskan hukum alam dasar tentang pergerakan angin yang terjadi di atmosfer. Pernyataan bernada santai namun menohok itu terlontar dari mulutnya ketika mengomentari tuduhan arah asap yang memicu perdebatan.

“Kalau angin Barat ke Barat, bila angin Timur ke Timur ya,” ujar Agustiar singkat sembari tersenyum ,usai mengikuti Rapar Paripurna ke – 8 Masa persidangan I Tahun 2026, Selasa malam (29/9.26), menegaskan bahwa fenomena pergerakan udara murni dituntun oleh alam dan tidak bisa dipesan sesuai keinginan pihak mana pun.

Logika sederhana yang disampaikan oleh sang Gubernur Kalimantan Tengah tersebut seolah menegaskan bahwa menuduh satu provinsi mengirimkan asap ke provinsi lain membutuhkan pembuktian meteorologi yang sangat matang.

Tanpa pemetaan arah angin yang presisi saat peristiwa kebakaran terjadi, klaim mengenai asap kiriman hanya akan menjadi bola liar dalam interaksi antar daerah. Pergerakan udara di atas pulau Kalimantan adalah satu kesatuan ekosistem yang tidak bisa disekat begitu saja oleh garis batas wilayah di peta.

Pada akhirnya, perdebatan manis mengenai dari mana asap berasal dan ke mana angin bertiup ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pemangku kepentingan di Kalimantan.

Dibandingkan sibuk meributkan arah angin dan saling menunjuk asal kiriman asap, kolaborasi lintas batas provinsi dalam memadamkan titik api di darat adalah kunci utama yang dinantikan masyarakat.

Bagaimanapun juga, baik masyarakat Kalimantan Barat maupun Kalimantan Tengah sama-sama merindukan langit biru yang bersih tanpa terganggu oleh kabut asap yang membingungkan arah terbangnya.

(Tim/Red)

Dukungan Sponsor

Dukung Jurnalisme Independen Discovery News

Bantu kami terus menyajikan berita akurat, mendalam, dan terpercaya untuk masyarakat. Kontribusi Anda sangat berarti bagi kelangsungan media kami.

☕ Dukung Sekarang

Komentar