Kupang, DiscoveryNewsId_ Keresahan masyarakat Amabi Oefeto Timur dan Amabi Oefeto sudah tak terbendung karena merasa di anak tirikan oleh pemerintah daerah Kabupaten Kupang yang tak kunjung perbaiki akses jalan yang sudah bertahun-tahun rusak parah.
Situasi tersebut memantik Reaksi dari Yudit Sabuna, Aktivis kabupaten ini mengecam keras pemerintah kabupaten Kupang.
Saat di temui media ini Yudi Sabuna mengatakan bahwa pemerintah daerah jangan bersikap acuh tak acuh masyarakat Amabi butuh kepastian.
“Akses jalan Oesao-Oemofa bahkan Oemofa-oemolo sudah hampir puluhan tahun rusak tapi sampai hari ini Pemda masih tutup mata” ujarnya, Kamis, 01/10/2026.
Yudit menegaskan bahwa Akses yang rusak ini sangat berdampak pada sektor ekonomi, pendidikan, dan bahkan Kesehatan.
“Ini bukan masalah simpel, ini masalah serius yang berdampak pada berbagai sektor. Di ekonomi masyarakat kesulitan membawa hasil panen ke pasar, di sektor pendidikan masyarakat juga kesulitan apalagi soal kesehatan pasien darurat harus bertaruh nyawa” tegas Yudit

Ia pun menyampaikan beberapa poin tuntutan:
1. Pemerintah Daerah melalui Dinas PUPR segera tinjau lokasi Jl. Oesao-Oemofa hingga Oemofa-oemolo.
2. Anggota DPRD segra bahas & bila perlu dianggarkan pada tahun ini.
“Ini masalah serius jika tidak di atensi serius maka akan memutuskan mata rantai kehidupan masyarakat Amabi Oefeto Timur & Amabi Oefeto” katanya

Diakhir dari pernyataannya Yudit berharap masalah ini harus di tindak lanjuti
“Saya berharap dalam 1 Minggu kedepan Pemda sudah harus menyatakan sikap resmi terkait akses jalan ini, Jika tidak maka saya pastikan akan bawa masa duduki Civit Center Oelamasi” Tutupnya
Diketahui Akses jalan Oesao-Oemofa adalah urat nadi penghubung antar 2 kecamatan dan diketahui susah hampir 20 Tahun jalan ini rusak parah dan terus di Abaikan oleh Pemda.
***Red
















Komentar